Alhamdulillah sudah terlaksana Pemuda 2016. Sebelumnya
apasih Pemuda itu? Pemuda adalah singkatan dari Pelatihan Mujahid Dakwah yang
diadakan oleh Komunitas Tarbiyah Semaran (Kotas). Pelatihan yang sangat berbeda
dari semua pelatihan di Universitas Diponegoro, yang bertujuan untuk
mengumpulkan semua aktivis dakwah sekolah (ADS) menjadikan militansi dan
mengingatkan kewajiban berdakwah di jalan ini. Acara ini khusus untuk mahasiswa
baru dan hanya mahasiswa baru saja jadi kalau tidak ikut ketika jadi maba sangat
disayangkan. Cukup buat dekskripsinya mungkin haha.
Sebelumnya mau berterimakasih buat kotas dan panitia Pemuda
2016 yaitu para alumni Pemuda 2015 yang telah sukses menjalankan acara,
meskipun tidak begitu sempurna yang seperti diharapkan. Tepat seminggu tulisan
ini di buat setelah acara Pemuda 2016, sebenernya cukup sedih karena sudah
tidak ada washilah lagi kita untuk kumpul bersama. Banyak masalah saat jadi
panitia, contohnya salah ketika tulis nomor rekening, perubahan acara sampai
mendekati hari H, perlengkapan yang keteteran dan sekarang mmt masih di
kontrakan haha dan masih banyak lagi.
Banyak keluh kesah yang telah kita lalui bersama, syuro
setiap pagi, syuro mendadak, ikhwan yang kurang peka, akhwat yang luar biasa
semangat, aku yang gak bisa diharapkan hingga mc yang hampir full nemenin
peserta. Pokoknya kalian semua luar biasa.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ya itu mengapa aku heran
bisa dipertemukan dengan kalian dan menjadi ketua acara yang sangat
diskenariokan. Perpisahan adalah suatu hal yang sangat menyakitkan hati.
Rasanya sudah terlalu nyaman dengan kalian sehingga hati ini sulit melupakan
kenangan bersama.
Selamat datang peserta mahasiswa baru universitas diponegoro di jalan ini dan terimakasih telah menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan ini walaupun ada yang gugur saat acara. Semoga bisa mendapatkan harapan-harapan yang ada setelah mengikuti pelatihan ini.
Mau mengingatkan, jalan kita masih panjang kawan jangan
sampai melepaskan diri di jalan ini. Jalan yang sukar, panjang, tidak ada yang
pernah tahu ujungnya dan sedikit pengikutnya. Semoga kita bisa dipertemukan di
surgaNya kelak. Semoga kalian bisa menyebarkan kebaikan di manapun kalian
berada.
Best regards,"Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal besama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini "Hasan Al Banna
Izzudin Al Qossam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar