Sebait Catatan Nasihat

  • 0

Ustadz Rahmat Abdullah (rahimahullah)

"Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah"

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat. Terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat.

Sungguh teramat merugi, mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dalam dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah.

Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan 'manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

Memang, dakwah ini berat, karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang :

1. Memiliki hati sekuat baja.
2. Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.
3. Memiliki kekuatan yang berlipat.
4. Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.
5. Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

Siapapun tak akan pernah bisa bertahan melalui jalan dakwah ini, mengarungi jalan perjuangan kecuali dengan kesabaran.

Karenanya, tetaplah di sini, di jalan ini, bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh. Sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya, tetaplah disini...

Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang bergugugran karenanya.

Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu. Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali-kali mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri, karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam di samudera kehidupan.

Jika bersama dakwah saja kau serapuh itu, bagaimana mungkin dengan seorang diri? Sekuat apa kau jika seorang diri?

Sediakan Waktumu Untuk Allah

  • 0
Tersadarlah ketika akhir-akhir ini sibuk dengan kegiatan, organisasi, akademik maupun praktikum. Rapat setiap hari, mengerjakan tugas sampai larut malam. Sampai-sampai kata mutiara itu berubah dari “Penunggang kuda di siang hari dan rahib di malam hari” menjadi “Penunggang kuda di siang hari dan mengerjakan tugas di malam hari” dan seakan akan lupa akannya untuk apa hidup di dunia ini. Ketika waktu senggang tidak digunakan untuk Allah dan dikala sibuk pun lupa dengan Allah. Allah pun mungkin menegur dengan musibah yang ditimpa oleh keluarga saya.

Alhamdulillah diingatkan dengan liqo pada malam tadi. Ya, liqo ataupun yang kita kenal mentoring sangat berarti dan prioritasnya di atas agenda lain karena di situlah kita diingatkan amalan yaumiyah kita selama seminggu. Dan ternyata minggu kemarin adalah minggu di mana futur terjadi, akibat terlalu banyaknya agenda sehingga lupa dengan Allah. Amalan yaumiyah zonk. Hidup tidak teratur dan harus menata diri kembali.

Banyak orang-orang hebat di kelompok liqo, ada seorang pemuda yang selalu berusaha memberikan waktunya untuk Allah pada awal hari dan menghabiskannya sebelum subuh untuk mengerjakan semua amalan yaumiyah yang bisa ia selesaikan saat itu sehingga tidak ada beban lagi ketika hari itu berlangsung karena padatnya kegiatan dia. Ada pula yang memberi tips agar mudah bangun saat subuh ketika tidur terlalu larut dengan meminum banyak air sebelum tidur ketika banyak yang mempunyai permasalahan sholat subuh tidak berjamaah di masjid. Dan ada pula yang beralasan bersyukur selalu membaca alquran meskipun tidak memenuhi target karena belum tentu orang lain bisa terus membaca alquran.

Itulah indahnya mentoring maupun liqo, di mana semua memberikan keluhan yang ada pada dirinya dan memberikan solusi/tips permasalahan yang ada. Semoga semua bisa istiqomah menjalani liqo dan mengumpulkan kami bersama di surganya kelak.

Flashback ketika seorang mahasiswa sejarah yang sering di maskam (masjid kampus) ditanyakan oleh seorang ustadz “angkatan berapa akh?”, “saya angkatan 2014” jawab dia. “Sebentar lagi lulus dong?” Tanya ustadz kembali. “Yang terpenting bagi saya adalah Allah ridho dengan saya mau kapan pun saya lulus”. Jawaban itu membuat saya tertegun dan ternyata masih jauhlah saya dengan dirinya. Tetapi tambahan untuk saya sendiri mungkin harus target 4 tahun lulus dengan ridho-Nya karena kasian orang tua dan uang masyarakat haha.

Banyak hal-hal yang Allah berikan untuk memberi hidayah kepada diri seorang hamba, tetapi kebanyakan hamba itu tidak mengetahuinya dan sedikit untuk beristiqomah di jalan-Nya.
Semoga kita bisa istiqomah di jalan-Nya dan bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari untuk menggapai surga-Nya. So, jangan pernah tinggalkan mentoring meskipun ujian dan kali aja dengan mengikuti mentoring ujianmu jadi lancar. Ajak yang lain untuk berjalan bersama sampai akhir hayat. :)