Maksiat Yang Diumbar

  • 0
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa)"
(HR Bukhari dan Muslim)
Di zaman sekarang, banyak kaum muda dan mudi yang suka mengumbar maksiat, bahkan bukan hanya pemuda tetapi kalangan dewasa pun begitu. Mereka bangga dengan maksiatnya sendiri. Melakukan maksiat dianggap gaul, keren, kekinian atau apa pun itu. Tetapi akankah kita tahu apa yang telah Allah ‘Azzawajalla telah menuliskan di dalam Al Qur’an tentang kemaksiatan yang di umbar itu?

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”
(Qs. An-Nur:19)
Kalau sebenarnya kita tahu, apa sih dampak yang akan terjadi jika kita mengumbar kemaksiatan? Dan dampaknya adalah menghasilkan kemaksiatan baru. Oke kita lihat contohnya yang akan hadir:

Yang pertama adalah, banyak celaan yang akan hadir
Kedua adalah, kemaksiatan yang terus menerus, sehingga yang melihat akan mengikutinya dan dia akan mendapatkan dosa yang sama. Dan masih banyak lagiii

Padahal Allah ‘Azzawajalla telah berusaha menutupi aib kita, itu merupakan tanda luasnya nikmat Allah, mengapa malah kita mengumbarnya? Dan seakan-akan merasa bangga melakukannya?

Wahai sahabatku, Allah ‘Azzawajalla mempunyai rahmat dan ampunan sangat luas kepada para hamba-Nya, dan betapa keras balasan dan celaan terhadap hambanya yang durhaka kepada-Nya. Maka dari itu, entah hati ini sangat cinta dan sayang kepada kalian, maka terbesitlah tulisan ini sebagai pengingat saya dan untuk saudara-saudaraku seiman.

Marilah kita bersyukur menjadi seorang muslim yang merasakan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat bagi orang yang bertaqwa karena telah memilih kita di antara milyaran manusia lain. Besyukur dengan cara mempelajari agama islam ini dengan sempurna, mempelajari hal-hal yang menyebabkan Rabb kita menyayangi kita dan hal-hal yang menyebabkan Rabb kita marah kepada kita, sehingga kita bisa menjauh dari hal tersebut.

Jadikan kemaksiatan dan dosa-dosa menjadi hal besar di kehidupan kita sehingga kita tidak meremehkannya dan tidak menerus melakukannya. Dengan begitu, maka lisan kita senantiasa mengucapkan istighfar atas kemaksiatan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan, serta berharap atas ampunan dan nikmat yang begitu luas.


Menasihati Tanpa Melukai

  • 0
Banyak di antara kita yang sering menasihati tetapi melupakan adab-adabnya sehingga alhasil nasihat itu sulit sekali diterima dan lebih parahnya malah menyakiti hati orang yang kita nasihati. Apa sih adab-adabnya? Yuk kita bahas...

Yang pertama adalah menasihati untuk mengharapkan ridho Allah Ta’ala
Jelas, memberi nasihat semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah, bukan untuk mencari pujian atau sebagainya. Niat ini yang terpenting.

Kedua, Tidak dalam rangka mempermalukan orang yang dinasihati
Maksudnya apa? Maksudnya adalah ketika kita hendak menasihati orang lain, jangan sampai dia merasa dipermalukan dengan nasihat kita dan yang ada malah memperparah keadaan dan nasihat pun malah tidak berbuah.

Ketiga, Menasihati secara rahasia
Ini yang diajarkan oleh para asatidz untuk memberikan nasihat individu dalam keadaan rahasia. Adapula memberi nasihat secara terang-terangan yaitu saat kita hendak menasihati banyak orang seperti halnya ceramah

Keempat, Menasihati dengan lembut, sopan, dan penuh kasih
Memberi nasihat seperti inilah yang harus kita tanamkan, agar hati-hati objek akan terbuka lebar dan menerima semua masukan, karena jika dengan keras dan kasar maka akan mengakibatkan sebaliknya, pintu-pintu hati akan tertutup dari pintu hidayah, pahala akan terbuang begitu saja, dan banyak pula bantuan dari setan untuk merusak persaudaraan.

Kelima, Tidak memaksakan kehendak
Ini poin yang mencerminkan ego kita, merasa semua nasihat kita harus dituruti seakan-akan seperti bos yang menyuruh anak buahnya. Jadi, apa yang harusnya kita lakukan? Peran kita hanya lah seseorang yang menunjukkan jalan

Terakhir, Mencari waktu yang tepat
Tidak setiap saat orang yang hendak dinasihati itu siap untuk menerima petuah. Adakalanya jiwanya sedang gundah, marah, sedih, atau hal lain yang membuatnya menolak nasehat tersebut. Jika seseorang tidak bisa dinasihati dengan baik maka dianjurkan untuk diam dan hal itu lebih baik karena akan lebih menjaga dari perkataan-perkataan yang akan memperburuk keadaan dan juga bisa meminta tolong temannya agar menasihati orang yang dimaksudkan.

Jangan pernah putus asa untuk memohon pertolongan Allah karena pada hakikatnya Allah-lah Yang Maha Membolak-balikkan hati seseorang. Meski sekeras apa pun hati seseorang namun tidak ada yang mustahil jika Allah berkehendak untuk melembutkan hatinya dan menunjukkan kepada jalan-Nya.

“Jika engkau inginkan kebaikan pada saudaramu
Maka ajaklah ia tuk bergandengan
Dan beriringan menuju jalan-Nya
Bertuturlah dengan baik
Berilah senyuman tatkala ia tak peduli
Tunggulah… Bersabarlah… hingga pintu itu terbuka
Jangan kau paksa.. dan jangan pula kau marahi
Sebab nasehat itu akan berubah menjadi pisau yang tajam
Yang hanya membuat goresan di hati
Dan akan membuat lari
Jangan kau paksa.. dan jangan pula kau marahi
Sesungguhnya hidayah itu ada di tangan Sang Rabb
Yang Maha Membolak-balikkan hati”


Sakit

  • 0
Kamis, 24 Desember 2016 03.35 Detik-detik di mana penyakit itu datang secara tiba-tiba saat lelapnya tidur. Di mana haus yang dirasakan dan tak ada air sedikitpun di kontrakan, sehingga terpaksa menerobos rintik-rintik dinginnya hujan di subuh hari. Sungguh tak terduga, ketika malam badan merasa baik-baik saja dan selisih 2 jam badan secara tiba tiba bereaksi.

Banyak momen-momen yang harus di kenang dan menjadi bahan pelajaran, itulah faktor yang menjadikan saya mempunyai niatan untuk menulis catatan kecil ini.
Pristiwa kecil yang tidak boleh dilupakan di akhir semester 3. Di mana seorang sahabat menjadi sosok malaikat. Di mana seorang yang benar benar mempedulikan kita. Sampai, ketika ia tahu bahwasannya sahabatnya sakit, dia merelakan untuk tidak masuk kuliah. Memberikan terbaik untuk sahabatnya, makanan, obat-obatan, dll. Entah apa yang ada di pikirannya. Satu persatu sahabat itu datang, memberikan apa yang ia punya.

Terlihatlah keindahan ukhuwah itu, begitu manis dirasa dan harum pula baunya.

Dan mengapa aku merahasiakan keadaan ini ke publik? Ya, karena aku takut mereka khawatir dengan keadaanku ini, meskipun itu orang tuaku. Cukup diri ini saja yang merasakan dan tidak boleh ada yang mencemaskan walaupun tidak lama orang tuaku menanyakan keadaanku saat itu dan bagaimanapun harus jawab dengan jujur, tetapi dikemas seindah mungkin hehe.

Momen ini juga mengingatkanku dengan sahabat sebelum kuliah yang mempunyai tekad yang kuat dan iman yang lebih tetapi di lihat dari luar mempunyai penampilan yang biasa-biasa saja, bahwasannya ketika sakit bukan jadi halangan untuk tidak sholat di masjid, tidak pula meninggalkan bacaan qur’an. Itu yang baru tersadar oleh diri ini dan mengagumi dirinya.
Momen ini juga mengingatkan di mana diri ini seakan akan semakin jauh darinya dan diberikan teguran dengan sebuah penyakit, seolah olah mengodekan bahwa kita tidak tahu ajal yang akan datang dan terus meminta ampunan atas segala kesalahan kita dan taubat agar tidak mengulanginya kembali.

Untuk teman-temanku jaga kesehatan karena sedikit lagi uas, jangan sampai penyakit mengganggu uas kita sehingga memberikan hasil uas yang kurang memuaskan. Tingkatkan ibadah kita dan terus meminta kesehatan kepada Allah SWT karena nikmat sehat itu sangat berharga.

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
(HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu Abbas)


I'm Coming Liburan Semester 3

  • 0
Hmm sekarang lagi di penghujung semester 3 di Teknik Geodesi Undip. Banyak momen-momen yang harus ditulis sebenernya melalui judul-judul khusus, tetapi hanya wacana belaka dan alhasil diringkas jadi kegiatan di semester 3 ini wkwk.

Sebelumnya minta maaf untuk maba yang udah baca blogku dan merasakan ‘indahnya’ geodesi ini, dan tambahan dari aku tenang aja soalnya kita adalah orang-orang pilihan yang belum tentu orang lain merasakannya tinggal kita jalani perkuliahan ini dengan tujuan kita sebenarnya apakah cuma mau nilai akademik atau menambah softskills dengan mengikuti organisasi-organisasi, ataupun ingin menyerahkan jiwa dan raganya untuk agama ini dan tidak pula melupakan nilai akademiknya. Semangat! :)

Kita bahas apa aja sih kegiatan-kegiatan di semester 3 ini mulai dari awal, dan mungkin secara ringkas, karena agak lupa kondisi detailnya wkwk. Dari sedikit pandanganku adalah dari segi organisasi, kita menyambut para maba dengan proker-proker dikhususkan untuk menyambut maba (betapa baiknya kating-kating kita :’)). Karena semester 3 merupakan awal organisasi juga di geodesi terkhusus rohis geodesi aka Athlas. Jika kalian ikut organisasi, kalian akan menemukan jati diri dan kalian akan menjadi banyak kriteria kriteria organisator, seperti halnya orang yang ilang-ilangan ataupun orang yang gak peduli dengan proker, orang yang perfeksionis sehingga tidak mau prokernya berantakan, orang yang peduli dengan semua proker yang ada meskipun itu bukan prokernya, orang yang menjadi motivator sesama staff dan masih banyak lagi. Berusahalah menjadi yang terbaik dalam kehidupan perkuliahan ini karena masa masa kuliah adalah masa masa perkembangan diri.  Acara-acara yang dimaksudkan untuk menyambut maba adalah Grand Opening Mentoring (GOM), Grand Opening Reasearch (GORe), dan masih banyak rangkaian kegiatan untuk maba.

Selain menyiapkan untuk maba, di semester 3 adalah ladang pengembangan diri untuk menggapai tingkat atas, seperti halnya Training rohis 2 (TR 2) dan Training rohis 3 (TR 3) untuk kalangan rohis dan TR 1 sudah dilakukan di jurusan aka PESAWAT, LKMM Dasar dan LKMM Madya untuk kalangan sospol. Dan banyak sekali kegiatan-kegiatan mahasiswa :’)

Dalam sisi akademik di Teknik Geodesi Undip tercintah, seperti biasanya sebelum UTS adalah masa-masa sedikit indah bagi kami dan setelah UTS adalah masa-masa di mana kami harus bangkit. Sekarang adalah masa-masa kebangkitan kami, dan tulisan kali ini ditulis kurang lebih satu minggu sebelum UAS. Btw kita sekarang mendapatkan 4 praktikum, alhamdulillah 1 praktikum hampir selesai dan tinggal tahap revisi yaitu praktikum Bahasa Indonesia. Berbeda jika di jurusan lain mata kuliah Bahasa Indonesia hanya dilakukan santai, tetapi di Teknik Geodesi matkul ini yang akan membawa kita untuk mempersiapkan Tugas Akhir. Enaknya untuk Bahasa Indonesia ini tidak ada uas tulis hehe. Tinggal 3 Praktikum lagi yaitu, pertama Sistem Basis data, tugas kita adalah mendata toponimi kelurahan bulusan yang hasil akhirnya akan menjadi peta digital. Kedua adalah fotogrametri, tugas kita adalah membuat kontur dari hasil foto udara dengan membaca paralaks dan praktikum SUMMIT. Terakhir adalah Pemetaan Digita (PEMDIG) di mana kita mengukur di lapangan seperti halnya semester 1 dan 2 di fakultas undip tetapi dengan alat yang berbeda dan hasil yang berbeda pula karena saat ini udah memakai bantuan alat digital.

Dan tambahan untuk minggu ini adalah tugas individu fotogrametri yang berjumlah 30 soal, mungkin pengerjaannya sama seperti essai lkmmpd tetapi ditambah otak yang bekerja keras haha.
Mungkin seperti itu gambaran sekilas untuk semester 3, karena dari tahun kemarin sedikit berbeda dari tahun ini.

Saran untuk kalian para mahasiswa dan saya sendiri, tolong jangan memberatkan tugas kelompok ke orang orang yang rajin dan untuk orang yang rajin tolong bagi tugas ke anggota kelompoknya karena apa esensinya jika tugas kelompok tidak dikerjakan bersama sama.

Untuk kamu maba muslim teknik undip 2016, kita sekarang lagi menyiapkan acara untuk kalian dan siapkan diri kalian untuk acara ini. Semoga kalian bertemu saya :)

Selamat liburaaaaannnn!

Hanya Aku Buihnya

  • 0
@salimafillah

Dulu aku mengira telah wujud benar nubu'at Nabi mulia tentang ummatnya..
Bahwa mereka besar jumlahnya namun hanya buih yang tiada artinya..
Menjadi santapan yang diperrebutkan aneka bangsa dan kuasa di meja perjamuan durjana..
Tapi hari ini aku sadar bahwa aku keliru sealpa-alpanya..
Sebab yang buih rupanya hanya aku saja.. Hari ini melihat mereka berhimpun dalam barisan..
Melantangkan suara hati nuraninya akan cinta pada Rabb dan kalamNya..
Aku melihat mereka adalah gelombang raksasa..
Yang hanya bergulung dan berdebur semata-mata sebab pengisaran angin oleh Penguasa Alam Semesta..
Tak ada makhluq yang dapat membeli insan sebanyak ini dengan harta berapapun juga..
Tak ada makhluq yang dapat menggerakkan hati sebanyak ini dengan sedu syahdu apapun juga..
Tak ada makhluq yang dapat menjaga keteraturan barisan sebanyak ini dengan kuasa aba-aba sedahsyat apapun juga..
Ya benar, mereka gelombang pasang..
Dan hanya aku buihnya..
Buih yang terus berkubang dalam durhaka padaNya..
Tapi izinkan si buih ini berkata..
Pada engkau yang menutup pintu dan menyelinap pergi..
Hanya diperlukan satu kecipak kecil lagi untuk menjadikan lautan ummat ini tsunami mahadaya.. Sebab ada tertulis dalam senarai penshahihan Al Albani yang teliti..
"Seorang pemimpin yang menutup pintunya pada orang-orang yang memiliki hajat padanya, maka Allah pun menutup pintu langit dari segala hajat dirinya." (Jakarta, 4 November 2016)

Nabi ﷺ Pernah Futur?

  • 0
Tema ini sebagai nasihat untuk diri ini yang selalu futur di jalanNya.
Sebelumnya, apa sih itu futur? Kalau belum tau googling dulu aja baru lanjut baca ini wkwk
Futur, kata kata yang tidak asing di telinga dan merupakan salah satu gangguan di kehidupan ini, btw apakah Nabi  pernah mengalami futur? dan bagaimana Nabi mengatasi futur? Cekidot guys!

1. Ya, Nabi Muhammad  pernah futur, namun beliau cepat bangkit dari futurnya.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”
(QS Al Baqoroh :214)
Tingkat futur Rasulullah dan para sahabat sampai pada mempertanyakan datangnya pertolongan Allah yang tidak kunjung datang. Lalu Allah menjawab bahwa pertolongan Allah itu pasti datang, sehingga jawaba Allah tersebut membangkitkan kembali semangat beliau untuk berjuang.

2. Jika futur, Nabi Muhammad ﷺ justru banyak beribadah. Bukan sebaliknya malah meninggalkan ibadah seperti yang dilakukan sebagian kaum muslimin saat ini. Menurut sebagian ulama, jika mengalami cobaan hidup yang melemahkan semangatnya (futur), nabi Muhammad saw justru memperbanyak tilawah Al Qur’an dan sholat sunnah. Bahkan begitu seringnya Nabi Muhammad  sholat, sehingga beliau akan sholat sunnah jika ada kesempatan (dinamakan sholat sunnah Mutlaq). Beliau juga banyak membaca berdo’a jika mengalami cobaan dalam hidupnya. Salah satu doa beliau tercermin dalam surah Al Baqaroh ayat 214 di atas.

3. Nabi Muhammad ﷺ jarang futur karena beliau asyik berda’wah. Orang yang sibuk dan rutin berda’wah juga akan sibuk dan rutin menasehati dirinya sendiri. Nasehat adalah cara untuk menghindari futur. Jika kita jarang futur, maka kita akan lebih produktif dan maju dibandingkan orang yang lebih sering futur dan lemah semangat. Oleh sebab itu, Allah menyebut ciri umat Islam terbaik dengan “banyak menasehati (amar ma’ruf nahi mungkar)”.
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”
(QS Ali Imron :110)
Jadi jika kita ingin terhindar dari futur, aktiflah berdakwah atau hiduplah dalam lingkungan dakwah (lingkungan yang banyak menasehati satu sama lain). Jangan menyendiri dan jangan banyak bergaul dengan lingkungan yang induvidualistis dan hedonis.

Tolong diingat dan dicatat sehingga kita senantiasa bisa menghindari dan menyelesaikan solusi permasalahan futur ini. Semangat berdakwah, selamat beribadah, jalan kita masih panjang!

Pesan Untukmu, Sang Pengemban Amanah

  • 0
Persembahan..
Untuk pengemban amanah dakwah, yang terus berjuang tanpa lelah..
Karena cinta-Nya padamu ia percayakan amanah langit dibahumu..
Karena sayang-Nya padamu ia pilihkan jalan ini untukmu..

Pernahkah engkau bertanya kenapa Ia memilihmu ?
Karena Ia mencintaimu..
Sesungguhnya org-org mukmin sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia tidak ragu-ragu berjihad dengan harta dan jiwanya dijalan Allah, mereka itulah orang orang yg benar 
(QS. Al-Hujurat:15)
Saudaraku…
Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian dan keramaian..
Allah memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan..
Allah melatih ketegaran dalam kesakitan..
Tetaplah istiqomah..
Sertakan Allah dalam setiap langkah..

Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh, dan tulus..
Tak berharap apapun tapi sanggup memberi dengan segenap apapun..
Sebab, hanya dari Allah berharap balasan..
Jangan minta dikurangi bebanmu..
Tapi mintalah punggung ini kuat membawanya..

Saudaraku..
Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran, sepahit dan sesulit apapun..
Bersatulah dalam jamaah, sebenci dan sekecewa apapun..
Karena berjamaah lebih baik dari sendirian..
Bangkitlah ketika jatuh, dan jangan menyerah..
Sampaikanlah dakwah ini setiap saat, agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki.
Jangan tinggalkan yang dibelakangmu, tunggulah dengan kesabaran dan keikhlasan (hasan al-banna)

Saudaraku..
Memang tak mudah bertahan disebuah jalan bernama dakwah ini..
Maka berbahagialah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk merasakan indahnya jalan ini..
Karena pada hakikatnya, bukan dakwah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah..

Lelah?
Itu pasti..
Bahkan para sahabat rasulpun merasakannya..
Mereka bertanya: “ ya Rasul, kapankah kita akan beristirahat dari semua ini?”
Jawab rasul: “ ketika kelak kaki kita telah menapak di surga-Nya”
“… maukah kau bersabar ? dan Tuhanmu maha melihat”
(QS Al Furqon: 20)

Saudaraku..
Kita patut bersyukur karena Allah memberi kita kesempatan berjuang dijalan ini..
Karena kita adalah salah satu diantara orang-orang pilihan=Nya..

Kawan..
Tangis, tawa..
Semangat dan lelah..
Duka, bahagia..
Pasti kelak akan menghiasi perjalanan kita..
Bulatkan tekad, kuatkan azzam diri..
Semoga Allah senantiasa memberikan keistiqomahan pada kita yang ada dijalan ini..
Jalan cinta para pejuang..
Sampai kelak Allah benar-benar mengizinkan kita menapaki surgaNya..

Sumber
  • 0
"Bagaimana kabar Al-Qur'anmu wahai muridku? Adakah ia terjaga?"

— Sebuah tanya sederhana yang menunjukkan dalamnya perhatian dan cinta seorang guru pada muridnya. Ia mendidik muridnya sedari awal, menuntunnya membaca Al-Qur'an dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, memberikan inspirasi dan nasihat untuk hati, hingga akhirnya sang murid bisa semakin dekat dengan Al-Qur'an daripada sebelumnya. Maka layanilah gurumu, doakan gurumu dan buat gurumu bangga dengan usahamu dan istiqomahmu. Ya Allah rahmatilah dan berkahilah guru-guru kami.

UTS Hari Ke 2

  • 0
Hari ini adalah hari ke dua ujian tengah semester berlangsung. Pelajaran yang diujikan ialah Hitung Perataan 1, di mana pelajaran yang mendekati atau yang hampir sama dengan pelajaran statistika untuk tahun ini. Mengapa diri ini merasa sangat kecewa untuk hari ini. Ada beberapa evaluasi untuk kedepannya terkait ujian hari ini, karena masih ada tujuh pelajaran lagi yang belum diujikan, yaitu :
1. Persiapkan pelajaran dengan matang
Di sini yang saya titik bebankan, karena pelajaran saat di kelas dengan saat ujian suasananya sangat berbeda. Jika pelajaran belum dikuasai jangan berharap bisa mengerjakan ujian dengan lancar.
2. Jangan pernah meremehkan pelajaran
Hampir sama dengan yang di atas, tetapi konteksnya agak sombong. Ya, jangan berlagak sombong, ngerasa udah bisa tetapi alhasil saat ujian tidak bisa.
3. Jangan menunda ibadah demi belajar untuk ujian
Banyak orang yang mengaggap lebih penting belajar untuk ujian dulu baru ibadah karena bisa dikerjakan nanti, termasuk saya mungkin. Mengapa saya masukkan salah satu faktor ini? Karena perlu digaris bawahi siapa yang memberi ilmu? Mengapa tidak meminta untuk dilancarkan dulu sebelum belajar?
4. Jangan maksiat atau berbuat dosa
Faktor ini mengingatkanku pada pelajaran mahfudzhot, yaitu kata-kata dari imam syafi’i yang berbunyi
“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.”
Ya, di jelaskan bahwasannya ilmu adalah cahaya, tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.
5. Berdoa sebelum ujian
Terkadang kita lupa berdoa sebelum ujian saking deg-degan dengan soal ujian.
6. Minta doa kepada ibu kita
Doa ibu adalah doa yang mustajab, sering-sering minta doa ke beliau untuk kelancaran dan kesuksesan kita.

Semoga semua bisa mengerjakan dengan mudah terlebih teman-teman seperjuangan :’)

Pemuda 2016

  • 0
Alhamdulillah sudah terlaksana Pemuda 2016. Sebelumnya apasih Pemuda itu? Pemuda adalah singkatan dari Pelatihan Mujahid Dakwah yang diadakan oleh Komunitas Tarbiyah Semaran (Kotas). Pelatihan yang sangat berbeda dari semua pelatihan di Universitas Diponegoro, yang bertujuan untuk mengumpulkan semua aktivis dakwah sekolah (ADS) menjadikan militansi dan mengingatkan kewajiban berdakwah di jalan ini. Acara ini khusus untuk mahasiswa baru dan hanya mahasiswa baru saja jadi kalau tidak ikut ketika jadi maba sangat disayangkan. Cukup buat dekskripsinya mungkin haha.

Sebelumnya mau berterimakasih buat kotas dan panitia Pemuda 2016 yaitu para alumni Pemuda 2015 yang telah sukses menjalankan acara, meskipun tidak begitu sempurna yang seperti diharapkan. Tepat seminggu tulisan ini di buat setelah acara Pemuda 2016, sebenernya cukup sedih karena sudah tidak ada washilah lagi kita untuk kumpul bersama. Banyak masalah saat jadi panitia, contohnya salah ketika tulis nomor rekening, perubahan acara sampai mendekati hari H, perlengkapan yang keteteran dan sekarang mmt masih di kontrakan haha dan masih banyak lagi.

Banyak keluh kesah yang telah kita lalui bersama, syuro setiap pagi, syuro mendadak, ikhwan yang kurang peka, akhwat yang luar biasa semangat, aku yang gak bisa diharapkan hingga mc yang hampir full nemenin peserta. Pokoknya kalian semua luar biasa.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ya itu mengapa aku heran bisa dipertemukan dengan kalian dan menjadi ketua acara yang sangat diskenariokan. Perpisahan adalah suatu hal yang sangat menyakitkan hati. Rasanya sudah terlalu nyaman dengan kalian sehingga hati ini sulit melupakan kenangan bersama.

Selamat datang peserta mahasiswa baru universitas diponegoro di jalan ini dan terimakasih telah menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan ini walaupun ada yang gugur saat acara. Semoga bisa mendapatkan harapan-harapan yang ada setelah mengikuti pelatihan ini.

Mau mengingatkan, jalan kita masih panjang kawan jangan sampai melepaskan diri di jalan ini. Jalan yang sukar, panjang, tidak ada yang pernah tahu ujungnya dan sedikit pengikutnya. Semoga kita bisa dipertemukan di surgaNya kelak. Semoga kalian bisa menyebarkan kebaikan di manapun kalian berada.

"Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal besama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini "
Hasan Al Banna
Best regards,
Izzudin Al Qossam

Social Experiment

  • 0
Assalamualaikum


Sebelumnya gak sengaja lagi buka youtube dan di homepage ada video dari channel kitabisa com yang bertemakan social experiment. Setelah nonton video-video dari channel itu kenapa hati ngerasa gimana gitu. Mungkin langsung aja kalian bisa liat videonya di bawah. Semoga hati kalian tersentuh


Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Yunus/10:26





  • 0
Jika Allah menghadirkan seseorang yang menghadiahkan air mata, itu berarti Allah mendidik kita untuk sabar. 

 Jika kita tak pernah mengusik kehidupan seseorang tapi dia melukai kita, saat itu Allah mendidik kita untuk kuat.

 Jika Allah mempertemukan kita dengan seseorang yang membuat kita tersenyum, saat itu Allah mengajarkan kepada kita rasa syukur. 

 Jika tanpa sebab seseorang hadir menghina kita, saat itu Allah mendidik kita untuk ridho dan memacu diri lebih baik.  

Syarat Utama Meraih Cita-cita

  • 0
Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Fawaaidul Fawaaid memberikan sebuah nasihat untuk kita semua

المطلب الأعلى موقوف حصوله على همة عالية ونية صحيحة

(Al mathlubul A'laa mauquufun hushuuluhu 'alaa himmatin 'aaliyah wa niyyatin shohiihah)
“Cita-cita yang tinggi tergantung kepada Himmah 'Aaliyah (keinginan yang mulia) dan Niyyah Shohihah (niat yang baik)"

(Aku pengen jadi keluarga Allah) ridhho Allah... karena saat hafal quran bisa memberikan syafaat buat orang tua. Dapat menjadi dai yang qurani. Hafidzoh yang daiyah.

Imam Ibnu Qayyim menyebutkan syarat pertama keberhasilan meraih cita-cita adalah memiliki  همة عالية (himmah 'aaliyah) atau علو الهمة ('uluwwul himmah).

Renungan Dini Hari

  • 0
Pertama, kenapa memilih judul Renungan Dini Hari? ya karena post ini saya tulis saat dini hari biar gak nunda-nunda haha

Oke lanjut, udah mau selesai semester 2 tinggal di Semarang, menjalani kehidupan kampus. Seketika pernah berfikir, kenapa para senior HM berbeda dengan rohis, ketika ada acara mereka para HM (kalau bahasa kasarnya) memaksakan kita mengikuti acara-acara mereka dan menurut saya mereka berhasil, ya berhasil mendatangkan yang lumayan banyak para maba untuk mengikuti acara tersebut ya walaupun itu juga kewajiban kami para maba, sedangkan yang begitu 'mengharukan' di rohis, meskipun dipaksa oleh senior tetapi ada aja 1001 alasan untuk gak ikut, dan akhirnya sedikit yang bisa hadir. Di sini saya pernah merenung, kenapa rohis gak dibuat aja kayak HM, tegas, biar banyak yang dateng ke acara mereka. Ternyata renungan itu SALAH. Karena ikut rohis bukan dari paksaan, tetapi dari hati, agama itu kualitas bukan kuantitas.



Apa Itu Cinta?

  • 0
ما هوالحب؟
Apakah itu cinta?

هُوَ عَلِيٌّ حِيْنَ يَنَامُ بَدَلاً مِنَ الرَّسُوْلِ ﷺ فِي فِرَاشِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ الْقَوْمَ اجْتَمَعُوْا لِقَتْلِ الرَّسُوْلِ ﷺ وَأَنَّهُ قَدْ يَمُوْتُ عَلَى نَفْسِ الْفِرَاشِ

Cinta adalah ‘Ali ketika dia berbaring tidur menggantikan Rasulullah Saw di kasur Nabi, padahal dia tahu bahwa sekelompok orang telah berkumpul untuk membunuh Rasulullah Saw, dia juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas di kasur yang sama

Jika Suatu Saat Nanti Kau Jadi Ibu

  • 0
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu...
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya.
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun.
Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an.
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu.
Karena seorang ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.

Kita Selalu Butuh Untuk Berhenti Sejenak

  • 0
Saudara saudariku..

Kita selalu butuh untuk berhenti sejenak…

Kesibukan yang terus menderu, pekerjaan yang tak kunjung berhenti, urusan demi urusan yang silih berganti meminta satu-satunya modal yang diberikan Allah Ta’ala kepada kita: waktu!

Belum lagi masalah demi masalah: seperti tidak pernah ada habis-habisnya. Baru saja kita bernafas lega, sejurus kemudian masalah lain –yang mungkin lebih besar- menghimpit dada hingga sesak.

Maka kita selalu butuh untuk berhenti sejenak…

Untukmu Saudariku

  • 0
Duhai Saudariku, sebaik-baik kesempatan yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia adalah ketika ia dapat berkumpul di taman-taman surga dunia, dan sebaik-baik pembicaraan adalah ketika kita berbicara tentang cinta.

Kalaulah bukan karena cinta, kita tidak akan bisa menikmati dunia ini.

Karena cintalah, Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi serta menganugerahkan seluruh rahmat dan kasih sayang-Nya.

Dan karena cinta, kita terlahir dan hidup di dunia ini serta akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Yaumul Mahsyar, kelak kemudian dimasukkan ke surga atau neraka.

Duhai saudariku… Di dunia ini, setiap orang bisa mengatakan dan mengaku cinta.

Ketika Anda mengaku cinta pada orang tua Anda, pastilah orang tua Anda pun menginginkan buktinya. Juga terhadap pasangan halal Anda, ia pun pasti membutuhkan bukti.

Jika sebuah cinta hanyalah sebuah ucapan tanpa bukti, maka ketahuilah bahwa itu merupakan sebuah kepalsuan dan kebohongan, sekalipun Anda mengatakan “Saya mencintainya. Saya rela mengarungi lautan, mendaki gunung, menuruni lembah demi cinta saya kepadanya.” Betulkah demikian?

Apakah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya seperti itu juga, serta maukah kita mewujudkannya? Jika jawabannya ‘iya’, maka tunggu dulu… karena cinta butuh diuji.

Hasan Al-Bashri –rahimahullāh– berkata: “Banyak manusia yang mengaku cinta maka Allah pun menguji mereka.”

Ibnu Katsir –rahimahullāh– pun menjelaskan hal tersebut ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad) : Jika kalian (betul-betul) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

Duhai saudariku… Cinta membuat kita tunduk dan patuh, mengikuti segala kemauan orang yang dicintai. Sebagian orang -yang cintanya ternoda, berlumuran dosa- rela melakukan apa saja demi cintanya kepada makhluk, padahal itu bisa menjerumuskannya kepada maksiat bahkan ke dalam lembah kesyirikan. Allah Ta’alaberfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 165)
[20/2 21.02] Abu dua bidadari: Ayat di atas menunjukkan, kita dilarang mencintai selain Allah sebanding dengan cinta kita kepada Allah.

Begitu pun kepada Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam, tidak boleh cinta kita terhadap orang tua atau diri kita sendiri setara dengan cinta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Duhai Saudariku, contoh tentang cinta banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada suatu malam (sekitar jam 2 atau 3) –ketika Anda sedang enak-enaknya tidur– anak Anda menjerit. Anak itu kesakitan dan entah apa yang menimpanya. Lalu tanpa pikir panjang, Anda pun bergegas membawanya ke rumah sakit tanpa memikirkan kondisi Anda saat itu. Setelah dibawa ke rumah sakit dan anak Anda sudah mulai tenang, Anda pun pulang sekitar jam 4 dan istirahat. Lalu terdengarlah suara Azan. Tetapi apa yang Anda lakukan? Anda merasa lelah hingga menunda-nunda shalat. Nanti aah, capek. Anak saya baru dari rumah sakit. Bisa jadi ucapan tersebutlah yang terlontar.

Duhai saudariku, itulah barometer cinta. Lihatlah kadar cinta kita, apakah cinta kita kepada Allah Ta’ala lebih besar dibandingkan kepada makhluk-Nya atau sebaliknya?

Tentunya, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah cinta pertama yang wajib kita tanamkan, mengalahkan segala cinta bahkan cinta terhadap diri kita sendiri.

Sederhana

  • 0
SEDERHANA saja, “Jika namamu tidak tertulis ‘ada’ di masa depanku, setidaknya lisanmu pernah memberikan pengharapan yang membuat hati ingin terus menunggu [*].” Berat untuk bersemoga harap melakukan pendampingan cinta selain denganmu. Sebab nyata adanya telah kusediakan sebentuk ruang di kedalaman batin untuk mendoa yakin, suatu ketika Allah yang akan menuntunmu menjantung di dadaku. Menjadi napas yang menghidupkan kasih sayang antara kau dan aku yang saling merindu!

Mendamba untuk melakukan pendampingan cinta di sisimu serupa ketidakmungkinan yang selalu kusemogakan. Bahkan, banyak yang menyebut kesanggupanku menanti serupa kegilaan. Orang bilang, aku gila karena mencintaimu, tetapi bagiku itu tidaklah penting. Sebab sejatinya, kegilaan terbesar apabila kita tidak memiliki cinta. Bukankah selalu ada hal-hal yang di luar nalar pikir manusia apabila menyangkut perkara cinta. Rindu misalnya, ia terlisan oleh kata namun sukar terdefenisi jiwa kala melaksanakannya. Ada kebahagiaan dalam kesakitan-itulah sejatinya puncak keluhuran seorang perindu

Demikian yang kurasa pula. Bahagia dalam kesakitan akibat selalu menerjemahkanmu di dalam kenang. Segala tentangmu membayang indah dalam jelaga pikirku. Perlahan kuhimpun percakapan-percakapan kita yang menderas serupa guyuran hujan, katamu, “Silakan mencintaiku, serupamu besar harap kumilki adamu sebagai kecintaanku. Hanya saja, untuk saat ini cukuplah saling mendoakan satu sama lain agar terselamatkan dari tipudaya nafsu. Kita tak pernah tahu rencana-Nya, tetapi setidaknya kita berhak saling merindukan meski terlafaz dalam diam bersebab sebuah pilihan, menjaga kalbu agar Allah tiada cemburu.”

Kemudian masih lekat dalam ingatan satu petuahmu, “Bukankah melibatkan Allah dalam rindu yang kita rasa akan jauh lebih bijaksana daripada mengabaikan-Nya dengan memberhalakan nafsu? Tidak perlu berjibaku tafsir perihal adakah rindu kita akan dibalas dengan ikatan pernikahan, sebab kita bukan pemaksa kehendak Tuhan. Bila memang, tak berjodoh yakinlah ada yang Dia anggap lebih layak melakukan pendampingan cinta baik untukmu maupun untukku.”

Aku tersenyum getir. Kutahan diri agar tiada menyahut petuahmu waktu itu, sebab kutahu apabila gegabah sedikit saja dalam menafsirkan cinta, justru akan membuat satu sama lain terhina di mata Allah Subhanahu wa ta’ala. Kini, telah sewindu kita tiada meramu temu namun percayalah aku masih bertahan menunggu. Sungguh kita mesti mempercaya, cinta dalam diam merupakan bahasa Tuhan untuk menguatkan perasaan atas nama rindu.

Untuk teman-teman yang belum menikah...

Yang mencintai dalam diam dan keimanan...

Yang ingin cinta hakiki dan bersih dari penghambaan hawa nafsu....

Yang lebih memilih jd jomblo mulia...

Dari status yang tidak jelas dan juga terbuai nafsu asmara yang melenakan....

Yang lebih memilih pacaran setelah menikah...

Jadikan Allah swt yg paling kau cintai....

Insya Allah...Allah akan memberimu pasangan yang sholeh dan sholehah....

حامل القرأن

  • 0
" بقدر ملازمتك للقرآن بقدر ما يعطيك القرآن من أسراره وكنوزه..   وكلٌ يفتح الله عليه بابا من أبواب الفهم للقرآن ودلالاته "

Semakin banyak waktu yg kamu habiskan dengan al qur'an maka semakin banyak pula rahasia dan kekayaan makna yg diberikan nya kepada mu, dan setiap orang yg melazimi nya akan dibukakan untuk nya pintu dari pintu pintu memahami al quran dan petunjuk nya.

" سلوا أصحاب القرآن عن متعة التسميع أمام معلم يفخر بك إذا رآك مجتهدًا ويخاف عليك إن رآك مهموماً فيأخذ فؤادك إليه بالدعاء ".

Bertanyalah kepada para penghafal al quran tentang kenikmatan ketika membaca al quran di depan guru mereka. sang guru akan bangga dengan mu ketika melihat mu bersungguh sungguh, tetapi apabila dia melihat mu bersedih, maka dia akan memegang hati mu dan mendoakan nya.

" الوحدة .. العزلة .. الإنفراد
يعتبرها بعضهم مرضًا نفسيا يحتاج للعلاج ..!!
ويعتبرها أهل القرآن نعمة يهربون من الناس لأجلها !! "

Menyendiri..
sebagian dari manusia menganggap nya adalah penyakit psikologi yg membutuhkan terapi..!!
dan bagi penghafal al quran hal itu adalah kenikmatan yg membuat mereka meninggalkan keramaian manusia untuk mendapatkan nya

" من عجائب القرآن أنه سهل الحفظ سريع التفلت ، وذلك لكيلا يزاحمه أحد ، فيكون هو شغلك الشاغل وصاحبك الدائم وأنيسك في الليل والنهار ".

Dari keajaiban al quran, menghafal dan melupakan nya sangat lah mudah, agar dia tidak tersisihkan oleh yg lain nya, maka jadikanlah ia kesibukan utama mu, dan teman mu selama nya, dan penghibur mu di siang dan malam hari.

" في زمن كثرت فيه الملهيات والمتغيرات والفتن بشتى أشكالها لابد أن تستميت من أجل أن تبقى في عداد الحفّّاظ لكتاب الله ".

Di zaman yg telah banyak sekali tempat hiburan, dan semua hal yg berubah dengan cepat, dan fitnah dengan segala bentuk nya, maka anda harus berjuang dengan keras untuk selalu berada bersama para penghafal al quran.

" وأنت تقرأ القرآن ابحث عن نفسك بعد كل اية ، ستجد ما يقصدك ويعنيك ستجد ما ينفعك ويحتويك، ستجد دواء يشفيك، وسعادة تكسُر همّ ماضيك ".

Ketika anda membaca al quran, carilah diri mu setiap kali engkau selesai membaca setiap satu ayat, anda akan mendapatkan sesuatu yg memberikan mu petunjuk dan menolong dan meliputi mu, anda akan menemukan obat yg menyembuhkan mu, dan kebahagiaan yg memecahkan kegelisahan mu.

" كم من دمعة مسحها القرآن وكم من جرح ضمده القرآن وكم من روح آنس وحشتها القرآن كم هم أهل القرآن في نعمة عظيمة لا يستشعرها سواهم "

Betapa banyak air mata yg dihapus oleh al quran, betapa banyak luka yg diobati oleh al quran, dan betapa banyak ruh yg ditenteramkan oleh al quran, betapa banyak penghafal al quran yg berada di kenikmatan yg agung, yg tidak dapat dirasakan oleh selain mereka.

" عندما تستصعب سورة أو تعسر حفظك لها كررها واستشعر كم قرأت من حرف والحرف بكم حسنة ومايضاعفها
ستجد نفسك مقبلًا  بعزيمة وإصرار ".

Ketika anda merasa berat menghafal satu surat dari al qur'an maka ulangilah membaca nya dan rasakanlah berapa banyak pahala yg engkau dapatkan dari bacaan mu. anda akan mendapatkan diri anda mempunyai tekad dan ketetapan hati yg kuat.

" ما دمنا مع القرآن
فلن يضيعنا الله ".

Selama kita bersama al qur'an, maka Allah tidak akan pernah menyia nyiakan kita

" لا تبعدك المعاصي عن القرآن فإنها والله أكبر ما يحول بين الحافظ والقرآن ".

Jangan sampai maksiat menjauhkan mu dari al qur'an, karena sesungguh nya demi Allah yg maha besar, tidak akan pernah berpisah antara al qur'an dan penghafal nya

" من أقبل على القرآن بِكُل مافيه أقبل عليه القرآن "

Siapapun yg datang kepada al qur'an dengan segala yg dipunyai maka al qur'an pasti mendatangi nya

" ذٰلك القرآن عَزيز لايُعطى لِمن أخذه بِضَعف أو تكاسل،
خُذه بِحقه!! "

Al qur'an sangatlah mulia, tidak diberikan kepada siapa saja yg mencari nya dengan lesu dan malas,
raihlah ia dengan sekuat tenaga !!

" يامن رزقك الله وامتن عليك بأن جعل صدرك مستودعاً لكلامه ،أحسن الحفظ .. واحفظ الأمانة ، فحري بصدر يحمل كلام الله
أن لايحمل إلا كل خير "

Wahai engkau yg telah dikaruniakan oleh Allah dan diberikan kenikmatan dengan dijadikan nya dada mu menjadi tempat dititipkan nya al qur'an..e
perbaikilah hafalan mu, jagalah amanah ini...
maka sudah sepatut nya untut setiap pembawa al quran ini untuk tidak mengisi nya kecuali dengan kebaikan

" لا تدع فرحة الحفظ تلهيك عن تثبيته ..
فالمحافظة على القرآن في صدرك يحتاج منك عناية
من مداومة على تلاوته واستظهاره وقيام به بالليل ".

Jangan sampai rasa bangga dengan keberhasilan hafalan melalaikan mu dari mengulang nya, Karena menjaga AlQur'an agar tetap di dadamu membutuhkan istiqamah dalam membacanya, terbangun bersamanya di keheningan malam

" لا تيأس وتقول لم أتقن  الزمن أمامك ..
والحياة مشرقة بهيّة
فقط ثبت قدمك ..
واستمر بطريقك
وسوف تلقى مايسرك ".

Jangan putus asa sehingga menjadikan mu berkata, " aku tidak mampu melancarkan nya". kesempatan berada di depan mu, dan kehidupan ini bersinar dengan indah..
hanya kokohkan pijakan mu..
dan lanjutkan dengan cara mu..
kamu pasti menemukan kemudahan.

" قال أحد السلف لطلابه : أتحفظ القرآن ؟
قال : لا
قال : مؤمن لا يحفظ القرآن ! فبم يتنعم ! فبم يترنم ! فبم يناجي ربه !"

Salah satu dari salaf bertanya kepada murid nya, "apakah kamu menghafal al qur'an?
murid : " tidak"
guru : "seorang mukmin yg tidak menghafal al qur'an ! dengan apakah ia merasakan kenikmatan ! dengan apakah ia bersenandung ! dan dengan apakah ia bermunajat kepada Pencipta nya!

" إذا أحسست بثقل في إتمام وردك فاعلم أن هناك ذنبا جثم على القلب فكدره.
قال عثمان رضي الله عنه
لو صفت قلوبنا ما شبعت من كلام ربنا "

Apabila engkau merasakan berat nya menyempurnakan wirid mu, maka ketahuilah bahwa terdapat dosa yg menetap di hati mu, maka bersihkanlah.

Utsman رضي الله عنه berkata : "apabila hati kita telah bersih maka kita tidak akan pernah bosan dengan al qur'an
▫▪▫
حامل القرأن

" لا تتعثر مهما كثرت في طريقك العقبات ..
لا بد من العقبات ..
ولا بد من الصبر ..
بل المصابرة والمجاهدة.... "

jangan sampai engkau tersandung dengan banyak nya rintangan di jalan yg sedang kau lalui saat ini...
sudah seharus nya rintangan itu hadir...
dan sudah seharusnya kesabaran selalu menemani...
bahkan dengan terus bersabar dan berjuang..

Iman Terkadang Naik dan Terkadang Turun

  • 0
Inilah yang gua rasakan sekarang. Di mana saat-saat nikmatnya iman satu tahun yang lalu bersama orang-orang hijrah untuk menuntut ilmu (mahasiswa STDI dan STIU al hikmah) di Jakarta dan sekarang sudah berbeda. Saat-saat itu kami berbagi pengalaman, ilmu, dan juga kegembiraan. Di mana merasakan setiap pagi halaqoh, setoran hafalan, belajar tahsin, dan juga mabit. Setoran ke ustadz-ustadz yang luar biasa pengalamannya dan mengajarkan ke murid-murid yang luar biasa semangatnya. Mengikuti kajian-kajian, kursus Bahasa Arab di LIPIA, menjadi panitia Ramadhan dan masih banyak lagi.

YA GUA RINDU SEMUA ITU.

Saat ini gua berjalan sendirian, memilih sendiri mana yang terbaik untuk masa depan, apakah membuang waktu untuk hura-hura atau untuk masa depan. Apakah memilih untuk menyendiri atau berbaur, apakah memilih kegiatan yang sudah direncanakan atau memilih untuk bersama teman. Apakah memilih untuk berorganisasi atau memilih untuk akademis, apakah memilih untuk terlihat baik di depan orang atau memilih untuk berpura-pura nakal, apakah memilih untuk tinggal di wisma atau memilih tinggal di rumah tahfidz. Inilah yang gua rasakan sekarang, tidak tau arah, tidak tau yang mana harus dipilih, tidak ada yang membimbing atau gua yang hanya diam untuk tidak mengatakannya kepada orang lain.

Syeikh google udah gua temui, rumah tahfidz di Tembalang susah dicari minimal program tahfidz tetapi tetap tidak ada. Meskipun ada yaitu di Masjid Pangeran Diponegoro (MPD), yaitu setiap hari Jum’at sore, itupun cuma sekali seminggu dan gua rasa ustadznya sibuk untuk mengisi kajian-kajian di kota Semarang ini. Katanya ada juga QLC di Masjid Kampus (Maskam), tetapi udah gua lihat-lihat buka pendaftaran tahun kemarin dan awal halaqohnya bulan Mei dan 3 kali pertemuan sepekan. Sungguh sayang sekali kalau harus menunggu selama itu. Mau dibawa kemana hafalan ini Ya Allah.
Tembalang krisis huffadz, gua butuh program quran, rumah tahfidz, kalau ada ya beasiswa. Gua butuh pembimbing supaya gak lalai. Gua butuh pembimbing supaya teratur. Gua butuh pembimbing supaya masa depan cerah. Gua gak mau hidup seperti ini, hanya menghabiskan waktu untuk kesenangan dunia. Gua takut ajal tiba di saat keimanan gua turun.


Semoga kalian yang membaca ini turut mendoakan bagi kami yang di Semarang untuk mendapatkan yang terbaik. Mendoakan supaya quran menerangi Semarang. Seandainya Ustadz Yusuf Mansur bisa membangun rumah qur’an untuk mahasiswa UNDIP, tapi bagaimana caranya untuk mengasih tau beliau kalau UNDIP membutuhkannya. Cukup meminta kepada Allah swt aja mungkin seperti ceramah-ceramah beliau yang sering bilau angkat, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah swt. Meskipun tidak secepat kilat, doakan gua supaya bertahan hidup di sini dan tidak terpengaruh godaan-godaan. Menguatkan keinginan gua sampai akhir hayat agar tidak pudar. Membangun kehidupan qur'an di Semarang.