Pesan Untukmu, Sang Pengemban Amanah

  • 0
Persembahan..
Untuk pengemban amanah dakwah, yang terus berjuang tanpa lelah..
Karena cinta-Nya padamu ia percayakan amanah langit dibahumu..
Karena sayang-Nya padamu ia pilihkan jalan ini untukmu..

Pernahkah engkau bertanya kenapa Ia memilihmu ?
Karena Ia mencintaimu..
Sesungguhnya org-org mukmin sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia tidak ragu-ragu berjihad dengan harta dan jiwanya dijalan Allah, mereka itulah orang orang yg benar 
(QS. Al-Hujurat:15)
Saudaraku…
Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian dan keramaian..
Allah memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan..
Allah melatih ketegaran dalam kesakitan..
Tetaplah istiqomah..
Sertakan Allah dalam setiap langkah..

Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh, dan tulus..
Tak berharap apapun tapi sanggup memberi dengan segenap apapun..
Sebab, hanya dari Allah berharap balasan..
Jangan minta dikurangi bebanmu..
Tapi mintalah punggung ini kuat membawanya..

Saudaraku..
Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran, sepahit dan sesulit apapun..
Bersatulah dalam jamaah, sebenci dan sekecewa apapun..
Karena berjamaah lebih baik dari sendirian..
Bangkitlah ketika jatuh, dan jangan menyerah..
Sampaikanlah dakwah ini setiap saat, agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki.
Jangan tinggalkan yang dibelakangmu, tunggulah dengan kesabaran dan keikhlasan (hasan al-banna)

Saudaraku..
Memang tak mudah bertahan disebuah jalan bernama dakwah ini..
Maka berbahagialah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk merasakan indahnya jalan ini..
Karena pada hakikatnya, bukan dakwah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah..

Lelah?
Itu pasti..
Bahkan para sahabat rasulpun merasakannya..
Mereka bertanya: “ ya Rasul, kapankah kita akan beristirahat dari semua ini?”
Jawab rasul: “ ketika kelak kaki kita telah menapak di surga-Nya”
“… maukah kau bersabar ? dan Tuhanmu maha melihat”
(QS Al Furqon: 20)

Saudaraku..
Kita patut bersyukur karena Allah memberi kita kesempatan berjuang dijalan ini..
Karena kita adalah salah satu diantara orang-orang pilihan=Nya..

Kawan..
Tangis, tawa..
Semangat dan lelah..
Duka, bahagia..
Pasti kelak akan menghiasi perjalanan kita..
Bulatkan tekad, kuatkan azzam diri..
Semoga Allah senantiasa memberikan keistiqomahan pada kita yang ada dijalan ini..
Jalan cinta para pejuang..
Sampai kelak Allah benar-benar mengizinkan kita menapaki surgaNya..

Sumber
  • 0
"Bagaimana kabar Al-Qur'anmu wahai muridku? Adakah ia terjaga?"

— Sebuah tanya sederhana yang menunjukkan dalamnya perhatian dan cinta seorang guru pada muridnya. Ia mendidik muridnya sedari awal, menuntunnya membaca Al-Qur'an dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, memberikan inspirasi dan nasihat untuk hati, hingga akhirnya sang murid bisa semakin dekat dengan Al-Qur'an daripada sebelumnya. Maka layanilah gurumu, doakan gurumu dan buat gurumu bangga dengan usahamu dan istiqomahmu. Ya Allah rahmatilah dan berkahilah guru-guru kami.

UTS Hari Ke 2

  • 0
Hari ini adalah hari ke dua ujian tengah semester berlangsung. Pelajaran yang diujikan ialah Hitung Perataan 1, di mana pelajaran yang mendekati atau yang hampir sama dengan pelajaran statistika untuk tahun ini. Mengapa diri ini merasa sangat kecewa untuk hari ini. Ada beberapa evaluasi untuk kedepannya terkait ujian hari ini, karena masih ada tujuh pelajaran lagi yang belum diujikan, yaitu :
1. Persiapkan pelajaran dengan matang
Di sini yang saya titik bebankan, karena pelajaran saat di kelas dengan saat ujian suasananya sangat berbeda. Jika pelajaran belum dikuasai jangan berharap bisa mengerjakan ujian dengan lancar.
2. Jangan pernah meremehkan pelajaran
Hampir sama dengan yang di atas, tetapi konteksnya agak sombong. Ya, jangan berlagak sombong, ngerasa udah bisa tetapi alhasil saat ujian tidak bisa.
3. Jangan menunda ibadah demi belajar untuk ujian
Banyak orang yang mengaggap lebih penting belajar untuk ujian dulu baru ibadah karena bisa dikerjakan nanti, termasuk saya mungkin. Mengapa saya masukkan salah satu faktor ini? Karena perlu digaris bawahi siapa yang memberi ilmu? Mengapa tidak meminta untuk dilancarkan dulu sebelum belajar?
4. Jangan maksiat atau berbuat dosa
Faktor ini mengingatkanku pada pelajaran mahfudzhot, yaitu kata-kata dari imam syafi’i yang berbunyi
“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.”
Ya, di jelaskan bahwasannya ilmu adalah cahaya, tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.
5. Berdoa sebelum ujian
Terkadang kita lupa berdoa sebelum ujian saking deg-degan dengan soal ujian.
6. Minta doa kepada ibu kita
Doa ibu adalah doa yang mustajab, sering-sering minta doa ke beliau untuk kelancaran dan kesuksesan kita.

Semoga semua bisa mengerjakan dengan mudah terlebih teman-teman seperjuangan :’)

Pemuda 2016

  • 0
Alhamdulillah sudah terlaksana Pemuda 2016. Sebelumnya apasih Pemuda itu? Pemuda adalah singkatan dari Pelatihan Mujahid Dakwah yang diadakan oleh Komunitas Tarbiyah Semaran (Kotas). Pelatihan yang sangat berbeda dari semua pelatihan di Universitas Diponegoro, yang bertujuan untuk mengumpulkan semua aktivis dakwah sekolah (ADS) menjadikan militansi dan mengingatkan kewajiban berdakwah di jalan ini. Acara ini khusus untuk mahasiswa baru dan hanya mahasiswa baru saja jadi kalau tidak ikut ketika jadi maba sangat disayangkan. Cukup buat dekskripsinya mungkin haha.

Sebelumnya mau berterimakasih buat kotas dan panitia Pemuda 2016 yaitu para alumni Pemuda 2015 yang telah sukses menjalankan acara, meskipun tidak begitu sempurna yang seperti diharapkan. Tepat seminggu tulisan ini di buat setelah acara Pemuda 2016, sebenernya cukup sedih karena sudah tidak ada washilah lagi kita untuk kumpul bersama. Banyak masalah saat jadi panitia, contohnya salah ketika tulis nomor rekening, perubahan acara sampai mendekati hari H, perlengkapan yang keteteran dan sekarang mmt masih di kontrakan haha dan masih banyak lagi.

Banyak keluh kesah yang telah kita lalui bersama, syuro setiap pagi, syuro mendadak, ikhwan yang kurang peka, akhwat yang luar biasa semangat, aku yang gak bisa diharapkan hingga mc yang hampir full nemenin peserta. Pokoknya kalian semua luar biasa.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ya itu mengapa aku heran bisa dipertemukan dengan kalian dan menjadi ketua acara yang sangat diskenariokan. Perpisahan adalah suatu hal yang sangat menyakitkan hati. Rasanya sudah terlalu nyaman dengan kalian sehingga hati ini sulit melupakan kenangan bersama.

Selamat datang peserta mahasiswa baru universitas diponegoro di jalan ini dan terimakasih telah menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan ini walaupun ada yang gugur saat acara. Semoga bisa mendapatkan harapan-harapan yang ada setelah mengikuti pelatihan ini.

Mau mengingatkan, jalan kita masih panjang kawan jangan sampai melepaskan diri di jalan ini. Jalan yang sukar, panjang, tidak ada yang pernah tahu ujungnya dan sedikit pengikutnya. Semoga kita bisa dipertemukan di surgaNya kelak. Semoga kalian bisa menyebarkan kebaikan di manapun kalian berada.

"Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal besama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini "
Hasan Al Banna
Best regards,
Izzudin Al Qossam