Alur Memilih Jurusan Teknik Geodesi

  • 0
Awalnya saya masih bingung menemukan passion saya untuk memilih jurusan yang tepat. Setiap guru BK dan teman-teman saya nanya ke saya, saya hanya menjawab belum tau haha. Hari H SBMPTN pun semakin dekat, saya terus mencari-cari jurusan yang menarik bagi saya. Terbesitlah pikiran bahwa jurusan kebumian itu menarik, lalu saya listlah satu persatu jurusan yang masuk dalam kebumian. Kemudian tertariklah saya pada jurusan Geodesi dan Geofisika. Saya perdalami kedua jurusan itu yang mana paling menarik, tetapi keduanya sangat menarik bagi saya dan karena pada pilihan SBMPTN harus memilih prioritas sesuai yang diinginkan, saya merasa sangat bingung saat itu. Akhirnya saya memakai nilai TO (Try Out) saya untuk memastikan aman memilih jurusan yang saya pilih, karena jika saya salah memilih, saya akan menunggu 1 tahun lagi untuk mengikuti SBMPTN berikutnya.

Penguman hasil SBMPTNpun tiba dan hasilnya adalah “Selamat atas keberhasilan Anda!” bla bla bla, pokoknya tertulis di sana Teknik Geodesi, Universitas  Diponegoro. Melihat hasil tersebut saya merasa bersyukur dan sedikit menyesal. Kenapa menyesal? Karena Semarang termasuk kota yang panas, meskipun Jakarta juga panas sih haha dan akhirnya meninggalkan keluarga lagi setelah 3 tahun di rumah. Itu adalah pilihan terbaik dari Allah, saya hanya bisa husnudzhon dan menjalani dengan ikhlas dan semangat.


Ucapan dan masukanpun datang terus menerus waktu itu, Karena waktu itu saya menjadi guru tahfidz dan panitia LAZIS Masjid Al Hikmah, saya disarankan tetap tinggal di Jakarta mengingat bahwasannya tidak ada yang bisa mengunakan computer untuk kegiatan masjid, guru tahfidz untuk yang menghafal waktu itu belum ada dan di Jakarta banyak guru yang hafidz untuk menjaga hafalan dan memperbagus bacaan untuk salah satu impian saya. Tetapi masuk PTN juga impian saya dan saya tidak mau mengecewakan orang tua, saya terus menerus meminta jalan yang terbaik dariNya. Waktu daftar ulangpun sudah mendekat dan harus mengurusi berkas berkas daftar ulang, saya harus memutuskan pilihan yang terbaik dan akhirnya saya memutuskan untuk tetap mengambil jurusan ini. Dan saya berpikir di Semarang mungkin ada guru yang hafidz untuk melanjutkan impian akhirat saya. Tetap doakan saya menjadi yang terbaik dan sukses di dunia dan di akhirat, Amin. Next post saya akan berbagi pengalaman pertama kali saya kuliah di jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, tunggu yaa :)

Di Balik Sebuah Nama

  • 0
Bismillah, sekarang saya mau membahas tentang nama saya yaitu Izzudin Al Qossam. Waktu itu saya pernah ditanya oleh ustadz saya, "antum tau gak siapa itu Izzudin Al Qossam?" ujar beliau. Waktu itu saya belum tau lebih detail tentang Izzudin Al Qossam, kata beliau nama itu diberikan ke antum bukan sekedar nama, tetapi doa dan cita-cita orang tua antum. Langsungdeh saya search dari pada penasaran.

Siapa sih Izzudin Al Qossam? kebanyakan orang yang saya temui belum tau, tetapi mereka mengagumi nama ini. Kata mereka nama ini bagus, keren, arab banget dan masih banyak lagi. Dari segi bahasa Izzun yang artinya kemuliaan, kebanggaan atau harga diri dan ad-din yang artinya agama. Sedangkan Al Qossam yang berarti keseriusan atau sumpah. Nah, jadi kalau digabungkan bisa diartikan orang yang bersumpah untuk menjaga kemuliaan islam.

Saat kalian search Izzudin Al Qossam di google pasti keluar tentang Palestina, kenapa? ya karena nama itu diambil oleh para tokoh pergerakan Harakah Al Muqowwamah Al Islamiyah (HAMAS) sebagai nama sayap militer mereka. Harapannya adalah agar brigade ini bisa terus bertekad untuk membela Islam dan kaum Muslimin di tanah Palestina, untuk membebaskan Al-Aqsha dan perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Brigade Al Qossam merumuskan setidaknya tiga langkah perjuangannya, yaitu menumbuhkan semangat jihad kepada kaum Muslimin di Palestina dan dunia Arab, mempertahankan setiap jengkal tanah kaum Muslimin Palestina dari pendudukan dan agresi Zionis, dan membebaskan tanah Palestina.
Brigade ini, kerap melakukan aksinya dengan penutup wajah berwarna hitam dan ikat kepala hijau bertuliskan “Kataaib Al Qossam”  (Brigade Al Qossam) dan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallaah” (Tidak ada Tuhan selain Allah). Topeng wajah sebagai ciri utama digunakan untuk menghindari incaran dari luar intelijen Zionis Israel, dan menghindari penyakit dari dalam diri berupa sifat riya, dipuji dan bangga diri jika diketahui wajahnya.
Selanjutnya, nama Al Qossam juga digunakan menjadi nama salah satu roket yang ditakuti pasukan Zionis Israel, yakni roket Al Qossam.
Sebelumnya Izzudin Al Qossam ialah seorang ulama. Syaikh Izzudin Al Qossam dilahirkan di Jabalah, Suriah, 19 November 1882. Nama lengkapnya Muhammad Izzudin bin Abdul Qadir bin Musthafa bin Yusuf bin Muhammad Al-Qassam.
Itulah sosok Ulama yang sekaligus Pejuang, Syaikh Izzudin Al-Qossam. Walaupun fisiknya sudah meninggal dan tiada, namun semangatnya, perjuangannya, dan cita-citanya tetaplah hidup. Antara lain melalui Brigade Al Qossam, yang sangat ditakuti dan sangat menggentarkan Zionis Israel.
Begitu takutnya semangat perjuangan Al Qossam itu, sampai-sampai pernah pada tahun 2010, pasukan Zionis Israel mencoba dua kali membakar kompleks pemakaman muslim Al Qossam di desa Al-Syaikh dekat Haifa, Palestina.

Akhir kalimat, semoga saya bisa menjadi Izzudin Al Qossam sesungguhnya. Amin

Tak Kenal Maka Ta'aruf

Setelah sekian lama saya merencanakan untuk membuat blog dan akhirnya terlaksana juga hehe. Sebelumnya saya berterima kasih kepada Anda yang telah membuka blog ini.

Bismillah, langsung saja saya membuat post petama yaitu tentang perkenalan diri saya. Nama saya Izzudin Al Qossam biasa dipanggil izzu, juju, udin, judin, qossam, dan masih banyak lagi. Saya kelahiran tahun sembilan puluh enam yang bertepatan pada tanggal dua puluh tujuh Juni. Ibu saya orang betawi dan ayah saya orang sunda tetapi sama sekali saya tidak mengerti bahasa sunda karena sejak kecil saya tinggal di Jakarta. Saya anak ke-2 dari 3 bersaudara. Riwayat pendidikan saya yaitu TK dan SD di Al Hikmah Bangka Jakarta Selatan, SMP di Darul Quran Mulia, SMA di MAN 4 Jakarta dan kuliah di Universitas Diponegoro. Cukup sekian pekenalan kali ini, jika mau lebih dekat ikuti postingan selanjutnya. Terima kasih.