Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Fawaaidul Fawaaid memberikan sebuah nasihat untuk kita semua
المطلب الأعلى موقوف حصوله على همة عالية ونية صحيحة
(Al mathlubul A'laa mauquufun hushuuluhu 'alaa himmatin 'aaliyah wa niyyatin shohiihah)
“Cita-cita yang tinggi tergantung kepada Himmah 'Aaliyah (keinginan yang mulia) dan Niyyah Shohihah (niat yang baik)"
(Aku pengen jadi keluarga Allah) ridhho Allah... karena saat hafal quran bisa memberikan syafaat buat orang tua. Dapat menjadi dai yang qurani. Hafidzoh yang daiyah.
Imam Ibnu Qayyim menyebutkan syarat pertama keberhasilan meraih cita-cita adalah memiliki همة عالية (himmah 'aaliyah) atau علو الهمة ('uluwwul himmah).
Renungan Dini Hari
Pertama, kenapa memilih judul Renungan Dini Hari? ya karena post ini saya tulis saat dini hari biar gak nunda-nunda haha
Oke lanjut, udah mau selesai semester 2 tinggal di Semarang, menjalani kehidupan kampus. Seketika pernah berfikir, kenapa para senior HM berbeda dengan rohis, ketika ada acara mereka para HM (kalau bahasa kasarnya) memaksakan kita mengikuti acara-acara mereka dan menurut saya mereka berhasil, ya berhasil mendatangkan yang lumayan banyak para maba untuk mengikuti acara tersebut ya walaupun itu juga kewajiban kami para maba, sedangkan yang begitu 'mengharukan' di rohis, meskipun dipaksa oleh senior tetapi ada aja 1001 alasan untuk gak ikut, dan akhirnya sedikit yang bisa hadir. Di sini saya pernah merenung, kenapa rohis gak dibuat aja kayak HM, tegas, biar banyak yang dateng ke acara mereka. Ternyata renungan itu SALAH. Karena ikut rohis bukan dari paksaan, tetapi dari hati, agama itu kualitas bukan kuantitas.
Oke lanjut, udah mau selesai semester 2 tinggal di Semarang, menjalani kehidupan kampus. Seketika pernah berfikir, kenapa para senior HM berbeda dengan rohis, ketika ada acara mereka para HM (kalau bahasa kasarnya) memaksakan kita mengikuti acara-acara mereka dan menurut saya mereka berhasil, ya berhasil mendatangkan yang lumayan banyak para maba untuk mengikuti acara tersebut ya walaupun itu juga kewajiban kami para maba, sedangkan yang begitu 'mengharukan' di rohis, meskipun dipaksa oleh senior tetapi ada aja 1001 alasan untuk gak ikut, dan akhirnya sedikit yang bisa hadir. Di sini saya pernah merenung, kenapa rohis gak dibuat aja kayak HM, tegas, biar banyak yang dateng ke acara mereka. Ternyata renungan itu SALAH. Karena ikut rohis bukan dari paksaan, tetapi dari hati, agama itu kualitas bukan kuantitas.
Langganan:
Postingan (Atom)