Untukmu Saudariku

  • 0
Duhai Saudariku, sebaik-baik kesempatan yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia adalah ketika ia dapat berkumpul di taman-taman surga dunia, dan sebaik-baik pembicaraan adalah ketika kita berbicara tentang cinta.

Kalaulah bukan karena cinta, kita tidak akan bisa menikmati dunia ini.

Karena cintalah, Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi serta menganugerahkan seluruh rahmat dan kasih sayang-Nya.

Dan karena cinta, kita terlahir dan hidup di dunia ini serta akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Yaumul Mahsyar, kelak kemudian dimasukkan ke surga atau neraka.

Duhai saudariku… Di dunia ini, setiap orang bisa mengatakan dan mengaku cinta.

Ketika Anda mengaku cinta pada orang tua Anda, pastilah orang tua Anda pun menginginkan buktinya. Juga terhadap pasangan halal Anda, ia pun pasti membutuhkan bukti.

Jika sebuah cinta hanyalah sebuah ucapan tanpa bukti, maka ketahuilah bahwa itu merupakan sebuah kepalsuan dan kebohongan, sekalipun Anda mengatakan “Saya mencintainya. Saya rela mengarungi lautan, mendaki gunung, menuruni lembah demi cinta saya kepadanya.” Betulkah demikian?

Apakah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya seperti itu juga, serta maukah kita mewujudkannya? Jika jawabannya ‘iya’, maka tunggu dulu… karena cinta butuh diuji.

Hasan Al-Bashri –rahimahullāh– berkata: “Banyak manusia yang mengaku cinta maka Allah pun menguji mereka.”

Ibnu Katsir –rahimahullāh– pun menjelaskan hal tersebut ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad) : Jika kalian (betul-betul) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

Duhai saudariku… Cinta membuat kita tunduk dan patuh, mengikuti segala kemauan orang yang dicintai. Sebagian orang -yang cintanya ternoda, berlumuran dosa- rela melakukan apa saja demi cintanya kepada makhluk, padahal itu bisa menjerumuskannya kepada maksiat bahkan ke dalam lembah kesyirikan. Allah Ta’alaberfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 165)
[20/2 21.02] Abu dua bidadari: Ayat di atas menunjukkan, kita dilarang mencintai selain Allah sebanding dengan cinta kita kepada Allah.

Begitu pun kepada Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam, tidak boleh cinta kita terhadap orang tua atau diri kita sendiri setara dengan cinta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Duhai Saudariku, contoh tentang cinta banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada suatu malam (sekitar jam 2 atau 3) –ketika Anda sedang enak-enaknya tidur– anak Anda menjerit. Anak itu kesakitan dan entah apa yang menimpanya. Lalu tanpa pikir panjang, Anda pun bergegas membawanya ke rumah sakit tanpa memikirkan kondisi Anda saat itu. Setelah dibawa ke rumah sakit dan anak Anda sudah mulai tenang, Anda pun pulang sekitar jam 4 dan istirahat. Lalu terdengarlah suara Azan. Tetapi apa yang Anda lakukan? Anda merasa lelah hingga menunda-nunda shalat. Nanti aah, capek. Anak saya baru dari rumah sakit. Bisa jadi ucapan tersebutlah yang terlontar.

Duhai saudariku, itulah barometer cinta. Lihatlah kadar cinta kita, apakah cinta kita kepada Allah Ta’ala lebih besar dibandingkan kepada makhluk-Nya atau sebaliknya?

Tentunya, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah cinta pertama yang wajib kita tanamkan, mengalahkan segala cinta bahkan cinta terhadap diri kita sendiri.

Sederhana

  • 0
SEDERHANA saja, “Jika namamu tidak tertulis ‘ada’ di masa depanku, setidaknya lisanmu pernah memberikan pengharapan yang membuat hati ingin terus menunggu [*].” Berat untuk bersemoga harap melakukan pendampingan cinta selain denganmu. Sebab nyata adanya telah kusediakan sebentuk ruang di kedalaman batin untuk mendoa yakin, suatu ketika Allah yang akan menuntunmu menjantung di dadaku. Menjadi napas yang menghidupkan kasih sayang antara kau dan aku yang saling merindu!

Mendamba untuk melakukan pendampingan cinta di sisimu serupa ketidakmungkinan yang selalu kusemogakan. Bahkan, banyak yang menyebut kesanggupanku menanti serupa kegilaan. Orang bilang, aku gila karena mencintaimu, tetapi bagiku itu tidaklah penting. Sebab sejatinya, kegilaan terbesar apabila kita tidak memiliki cinta. Bukankah selalu ada hal-hal yang di luar nalar pikir manusia apabila menyangkut perkara cinta. Rindu misalnya, ia terlisan oleh kata namun sukar terdefenisi jiwa kala melaksanakannya. Ada kebahagiaan dalam kesakitan-itulah sejatinya puncak keluhuran seorang perindu

Demikian yang kurasa pula. Bahagia dalam kesakitan akibat selalu menerjemahkanmu di dalam kenang. Segala tentangmu membayang indah dalam jelaga pikirku. Perlahan kuhimpun percakapan-percakapan kita yang menderas serupa guyuran hujan, katamu, “Silakan mencintaiku, serupamu besar harap kumilki adamu sebagai kecintaanku. Hanya saja, untuk saat ini cukuplah saling mendoakan satu sama lain agar terselamatkan dari tipudaya nafsu. Kita tak pernah tahu rencana-Nya, tetapi setidaknya kita berhak saling merindukan meski terlafaz dalam diam bersebab sebuah pilihan, menjaga kalbu agar Allah tiada cemburu.”

Kemudian masih lekat dalam ingatan satu petuahmu, “Bukankah melibatkan Allah dalam rindu yang kita rasa akan jauh lebih bijaksana daripada mengabaikan-Nya dengan memberhalakan nafsu? Tidak perlu berjibaku tafsir perihal adakah rindu kita akan dibalas dengan ikatan pernikahan, sebab kita bukan pemaksa kehendak Tuhan. Bila memang, tak berjodoh yakinlah ada yang Dia anggap lebih layak melakukan pendampingan cinta baik untukmu maupun untukku.”

Aku tersenyum getir. Kutahan diri agar tiada menyahut petuahmu waktu itu, sebab kutahu apabila gegabah sedikit saja dalam menafsirkan cinta, justru akan membuat satu sama lain terhina di mata Allah Subhanahu wa ta’ala. Kini, telah sewindu kita tiada meramu temu namun percayalah aku masih bertahan menunggu. Sungguh kita mesti mempercaya, cinta dalam diam merupakan bahasa Tuhan untuk menguatkan perasaan atas nama rindu.

Untuk teman-teman yang belum menikah...

Yang mencintai dalam diam dan keimanan...

Yang ingin cinta hakiki dan bersih dari penghambaan hawa nafsu....

Yang lebih memilih jd jomblo mulia...

Dari status yang tidak jelas dan juga terbuai nafsu asmara yang melenakan....

Yang lebih memilih pacaran setelah menikah...

Jadikan Allah swt yg paling kau cintai....

Insya Allah...Allah akan memberimu pasangan yang sholeh dan sholehah....

حامل القرأن

  • 0
" بقدر ملازمتك للقرآن بقدر ما يعطيك القرآن من أسراره وكنوزه..   وكلٌ يفتح الله عليه بابا من أبواب الفهم للقرآن ودلالاته "

Semakin banyak waktu yg kamu habiskan dengan al qur'an maka semakin banyak pula rahasia dan kekayaan makna yg diberikan nya kepada mu, dan setiap orang yg melazimi nya akan dibukakan untuk nya pintu dari pintu pintu memahami al quran dan petunjuk nya.

" سلوا أصحاب القرآن عن متعة التسميع أمام معلم يفخر بك إذا رآك مجتهدًا ويخاف عليك إن رآك مهموماً فيأخذ فؤادك إليه بالدعاء ".

Bertanyalah kepada para penghafal al quran tentang kenikmatan ketika membaca al quran di depan guru mereka. sang guru akan bangga dengan mu ketika melihat mu bersungguh sungguh, tetapi apabila dia melihat mu bersedih, maka dia akan memegang hati mu dan mendoakan nya.

" الوحدة .. العزلة .. الإنفراد
يعتبرها بعضهم مرضًا نفسيا يحتاج للعلاج ..!!
ويعتبرها أهل القرآن نعمة يهربون من الناس لأجلها !! "

Menyendiri..
sebagian dari manusia menganggap nya adalah penyakit psikologi yg membutuhkan terapi..!!
dan bagi penghafal al quran hal itu adalah kenikmatan yg membuat mereka meninggalkan keramaian manusia untuk mendapatkan nya

" من عجائب القرآن أنه سهل الحفظ سريع التفلت ، وذلك لكيلا يزاحمه أحد ، فيكون هو شغلك الشاغل وصاحبك الدائم وأنيسك في الليل والنهار ".

Dari keajaiban al quran, menghafal dan melupakan nya sangat lah mudah, agar dia tidak tersisihkan oleh yg lain nya, maka jadikanlah ia kesibukan utama mu, dan teman mu selama nya, dan penghibur mu di siang dan malam hari.

" في زمن كثرت فيه الملهيات والمتغيرات والفتن بشتى أشكالها لابد أن تستميت من أجل أن تبقى في عداد الحفّّاظ لكتاب الله ".

Di zaman yg telah banyak sekali tempat hiburan, dan semua hal yg berubah dengan cepat, dan fitnah dengan segala bentuk nya, maka anda harus berjuang dengan keras untuk selalu berada bersama para penghafal al quran.

" وأنت تقرأ القرآن ابحث عن نفسك بعد كل اية ، ستجد ما يقصدك ويعنيك ستجد ما ينفعك ويحتويك، ستجد دواء يشفيك، وسعادة تكسُر همّ ماضيك ".

Ketika anda membaca al quran, carilah diri mu setiap kali engkau selesai membaca setiap satu ayat, anda akan mendapatkan sesuatu yg memberikan mu petunjuk dan menolong dan meliputi mu, anda akan menemukan obat yg menyembuhkan mu, dan kebahagiaan yg memecahkan kegelisahan mu.

" كم من دمعة مسحها القرآن وكم من جرح ضمده القرآن وكم من روح آنس وحشتها القرآن كم هم أهل القرآن في نعمة عظيمة لا يستشعرها سواهم "

Betapa banyak air mata yg dihapus oleh al quran, betapa banyak luka yg diobati oleh al quran, dan betapa banyak ruh yg ditenteramkan oleh al quran, betapa banyak penghafal al quran yg berada di kenikmatan yg agung, yg tidak dapat dirasakan oleh selain mereka.

" عندما تستصعب سورة أو تعسر حفظك لها كررها واستشعر كم قرأت من حرف والحرف بكم حسنة ومايضاعفها
ستجد نفسك مقبلًا  بعزيمة وإصرار ".

Ketika anda merasa berat menghafal satu surat dari al qur'an maka ulangilah membaca nya dan rasakanlah berapa banyak pahala yg engkau dapatkan dari bacaan mu. anda akan mendapatkan diri anda mempunyai tekad dan ketetapan hati yg kuat.

" ما دمنا مع القرآن
فلن يضيعنا الله ".

Selama kita bersama al qur'an, maka Allah tidak akan pernah menyia nyiakan kita

" لا تبعدك المعاصي عن القرآن فإنها والله أكبر ما يحول بين الحافظ والقرآن ".

Jangan sampai maksiat menjauhkan mu dari al qur'an, karena sesungguh nya demi Allah yg maha besar, tidak akan pernah berpisah antara al qur'an dan penghafal nya

" من أقبل على القرآن بِكُل مافيه أقبل عليه القرآن "

Siapapun yg datang kepada al qur'an dengan segala yg dipunyai maka al qur'an pasti mendatangi nya

" ذٰلك القرآن عَزيز لايُعطى لِمن أخذه بِضَعف أو تكاسل،
خُذه بِحقه!! "

Al qur'an sangatlah mulia, tidak diberikan kepada siapa saja yg mencari nya dengan lesu dan malas,
raihlah ia dengan sekuat tenaga !!

" يامن رزقك الله وامتن عليك بأن جعل صدرك مستودعاً لكلامه ،أحسن الحفظ .. واحفظ الأمانة ، فحري بصدر يحمل كلام الله
أن لايحمل إلا كل خير "

Wahai engkau yg telah dikaruniakan oleh Allah dan diberikan kenikmatan dengan dijadikan nya dada mu menjadi tempat dititipkan nya al qur'an..e
perbaikilah hafalan mu, jagalah amanah ini...
maka sudah sepatut nya untut setiap pembawa al quran ini untuk tidak mengisi nya kecuali dengan kebaikan

" لا تدع فرحة الحفظ تلهيك عن تثبيته ..
فالمحافظة على القرآن في صدرك يحتاج منك عناية
من مداومة على تلاوته واستظهاره وقيام به بالليل ".

Jangan sampai rasa bangga dengan keberhasilan hafalan melalaikan mu dari mengulang nya, Karena menjaga AlQur'an agar tetap di dadamu membutuhkan istiqamah dalam membacanya, terbangun bersamanya di keheningan malam

" لا تيأس وتقول لم أتقن  الزمن أمامك ..
والحياة مشرقة بهيّة
فقط ثبت قدمك ..
واستمر بطريقك
وسوف تلقى مايسرك ".

Jangan putus asa sehingga menjadikan mu berkata, " aku tidak mampu melancarkan nya". kesempatan berada di depan mu, dan kehidupan ini bersinar dengan indah..
hanya kokohkan pijakan mu..
dan lanjutkan dengan cara mu..
kamu pasti menemukan kemudahan.

" قال أحد السلف لطلابه : أتحفظ القرآن ؟
قال : لا
قال : مؤمن لا يحفظ القرآن ! فبم يتنعم ! فبم يترنم ! فبم يناجي ربه !"

Salah satu dari salaf bertanya kepada murid nya, "apakah kamu menghafal al qur'an?
murid : " tidak"
guru : "seorang mukmin yg tidak menghafal al qur'an ! dengan apakah ia merasakan kenikmatan ! dengan apakah ia bersenandung ! dan dengan apakah ia bermunajat kepada Pencipta nya!

" إذا أحسست بثقل في إتمام وردك فاعلم أن هناك ذنبا جثم على القلب فكدره.
قال عثمان رضي الله عنه
لو صفت قلوبنا ما شبعت من كلام ربنا "

Apabila engkau merasakan berat nya menyempurnakan wirid mu, maka ketahuilah bahwa terdapat dosa yg menetap di hati mu, maka bersihkanlah.

Utsman رضي الله عنه berkata : "apabila hati kita telah bersih maka kita tidak akan pernah bosan dengan al qur'an
▫▪▫
حامل القرأن

" لا تتعثر مهما كثرت في طريقك العقبات ..
لا بد من العقبات ..
ولا بد من الصبر ..
بل المصابرة والمجاهدة.... "

jangan sampai engkau tersandung dengan banyak nya rintangan di jalan yg sedang kau lalui saat ini...
sudah seharus nya rintangan itu hadir...
dan sudah seharusnya kesabaran selalu menemani...
bahkan dengan terus bersabar dan berjuang..

Iman Terkadang Naik dan Terkadang Turun

  • 0
Inilah yang gua rasakan sekarang. Di mana saat-saat nikmatnya iman satu tahun yang lalu bersama orang-orang hijrah untuk menuntut ilmu (mahasiswa STDI dan STIU al hikmah) di Jakarta dan sekarang sudah berbeda. Saat-saat itu kami berbagi pengalaman, ilmu, dan juga kegembiraan. Di mana merasakan setiap pagi halaqoh, setoran hafalan, belajar tahsin, dan juga mabit. Setoran ke ustadz-ustadz yang luar biasa pengalamannya dan mengajarkan ke murid-murid yang luar biasa semangatnya. Mengikuti kajian-kajian, kursus Bahasa Arab di LIPIA, menjadi panitia Ramadhan dan masih banyak lagi.

YA GUA RINDU SEMUA ITU.

Saat ini gua berjalan sendirian, memilih sendiri mana yang terbaik untuk masa depan, apakah membuang waktu untuk hura-hura atau untuk masa depan. Apakah memilih untuk menyendiri atau berbaur, apakah memilih kegiatan yang sudah direncanakan atau memilih untuk bersama teman. Apakah memilih untuk berorganisasi atau memilih untuk akademis, apakah memilih untuk terlihat baik di depan orang atau memilih untuk berpura-pura nakal, apakah memilih untuk tinggal di wisma atau memilih tinggal di rumah tahfidz. Inilah yang gua rasakan sekarang, tidak tau arah, tidak tau yang mana harus dipilih, tidak ada yang membimbing atau gua yang hanya diam untuk tidak mengatakannya kepada orang lain.

Syeikh google udah gua temui, rumah tahfidz di Tembalang susah dicari minimal program tahfidz tetapi tetap tidak ada. Meskipun ada yaitu di Masjid Pangeran Diponegoro (MPD), yaitu setiap hari Jum’at sore, itupun cuma sekali seminggu dan gua rasa ustadznya sibuk untuk mengisi kajian-kajian di kota Semarang ini. Katanya ada juga QLC di Masjid Kampus (Maskam), tetapi udah gua lihat-lihat buka pendaftaran tahun kemarin dan awal halaqohnya bulan Mei dan 3 kali pertemuan sepekan. Sungguh sayang sekali kalau harus menunggu selama itu. Mau dibawa kemana hafalan ini Ya Allah.
Tembalang krisis huffadz, gua butuh program quran, rumah tahfidz, kalau ada ya beasiswa. Gua butuh pembimbing supaya gak lalai. Gua butuh pembimbing supaya teratur. Gua butuh pembimbing supaya masa depan cerah. Gua gak mau hidup seperti ini, hanya menghabiskan waktu untuk kesenangan dunia. Gua takut ajal tiba di saat keimanan gua turun.


Semoga kalian yang membaca ini turut mendoakan bagi kami yang di Semarang untuk mendapatkan yang terbaik. Mendoakan supaya quran menerangi Semarang. Seandainya Ustadz Yusuf Mansur bisa membangun rumah qur’an untuk mahasiswa UNDIP, tapi bagaimana caranya untuk mengasih tau beliau kalau UNDIP membutuhkannya. Cukup meminta kepada Allah swt aja mungkin seperti ceramah-ceramah beliau yang sering bilau angkat, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah swt. Meskipun tidak secepat kilat, doakan gua supaya bertahan hidup di sini dan tidak terpengaruh godaan-godaan. Menguatkan keinginan gua sampai akhir hayat agar tidak pudar. Membangun kehidupan qur'an di Semarang.