Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa)"Di zaman sekarang, banyak kaum muda dan mudi yang suka mengumbar maksiat, bahkan bukan hanya pemuda tetapi kalangan dewasa pun begitu. Mereka bangga dengan maksiatnya sendiri. Melakukan maksiat dianggap gaul, keren, kekinian atau apa pun itu. Tetapi akankah kita tahu apa yang telah Allah ‘Azzawajalla telah menuliskan di dalam Al Qur’an tentang kemaksiatan yang di umbar itu?
(HR Bukhari dan Muslim)
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَKalau sebenarnya kita tahu, apa sih dampak yang akan terjadi jika kita mengumbar kemaksiatan? Dan dampaknya adalah menghasilkan kemaksiatan baru. Oke kita lihat contohnya yang akan hadir:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”
(Qs. An-Nur:19)
Yang pertama adalah, banyak celaan yang akan hadir
Kedua adalah, kemaksiatan yang terus menerus, sehingga yang melihat akan mengikutinya dan dia akan mendapatkan dosa yang sama. Dan masih banyak lagiii
Padahal Allah ‘Azzawajalla telah berusaha menutupi aib kita, itu merupakan tanda luasnya nikmat Allah, mengapa malah kita mengumbarnya? Dan seakan-akan merasa bangga melakukannya?
Wahai sahabatku, Allah ‘Azzawajalla mempunyai rahmat dan ampunan sangat luas kepada para hamba-Nya, dan betapa keras balasan dan celaan terhadap hambanya yang durhaka kepada-Nya. Maka dari itu, entah hati ini sangat cinta dan sayang kepada kalian, maka terbesitlah tulisan ini sebagai pengingat saya dan untuk saudara-saudaraku seiman.
Marilah kita bersyukur menjadi seorang muslim yang merasakan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat bagi orang yang bertaqwa karena telah memilih kita di antara milyaran manusia lain. Besyukur dengan cara mempelajari agama islam ini dengan sempurna, mempelajari hal-hal yang menyebabkan Rabb kita menyayangi kita dan hal-hal yang menyebabkan Rabb kita marah kepada kita, sehingga kita bisa menjauh dari hal tersebut.
Jadikan kemaksiatan dan dosa-dosa menjadi hal besar di kehidupan kita sehingga kita tidak meremehkannya dan tidak menerus melakukannya. Dengan begitu, maka lisan kita senantiasa mengucapkan istighfar atas kemaksiatan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan, serta berharap atas ampunan dan nikmat yang begitu luas.