I'm Coming Liburan Semester 3

  • 0
Hmm sekarang lagi di penghujung semester 3 di Teknik Geodesi Undip. Banyak momen-momen yang harus ditulis sebenernya melalui judul-judul khusus, tetapi hanya wacana belaka dan alhasil diringkas jadi kegiatan di semester 3 ini wkwk.

Sebelumnya minta maaf untuk maba yang udah baca blogku dan merasakan ‘indahnya’ geodesi ini, dan tambahan dari aku tenang aja soalnya kita adalah orang-orang pilihan yang belum tentu orang lain merasakannya tinggal kita jalani perkuliahan ini dengan tujuan kita sebenarnya apakah cuma mau nilai akademik atau menambah softskills dengan mengikuti organisasi-organisasi, ataupun ingin menyerahkan jiwa dan raganya untuk agama ini dan tidak pula melupakan nilai akademiknya. Semangat! :)

Kita bahas apa aja sih kegiatan-kegiatan di semester 3 ini mulai dari awal, dan mungkin secara ringkas, karena agak lupa kondisi detailnya wkwk. Dari sedikit pandanganku adalah dari segi organisasi, kita menyambut para maba dengan proker-proker dikhususkan untuk menyambut maba (betapa baiknya kating-kating kita :’)). Karena semester 3 merupakan awal organisasi juga di geodesi terkhusus rohis geodesi aka Athlas. Jika kalian ikut organisasi, kalian akan menemukan jati diri dan kalian akan menjadi banyak kriteria kriteria organisator, seperti halnya orang yang ilang-ilangan ataupun orang yang gak peduli dengan proker, orang yang perfeksionis sehingga tidak mau prokernya berantakan, orang yang peduli dengan semua proker yang ada meskipun itu bukan prokernya, orang yang menjadi motivator sesama staff dan masih banyak lagi. Berusahalah menjadi yang terbaik dalam kehidupan perkuliahan ini karena masa masa kuliah adalah masa masa perkembangan diri.  Acara-acara yang dimaksudkan untuk menyambut maba adalah Grand Opening Mentoring (GOM), Grand Opening Reasearch (GORe), dan masih banyak rangkaian kegiatan untuk maba.

Selain menyiapkan untuk maba, di semester 3 adalah ladang pengembangan diri untuk menggapai tingkat atas, seperti halnya Training rohis 2 (TR 2) dan Training rohis 3 (TR 3) untuk kalangan rohis dan TR 1 sudah dilakukan di jurusan aka PESAWAT, LKMM Dasar dan LKMM Madya untuk kalangan sospol. Dan banyak sekali kegiatan-kegiatan mahasiswa :’)

Dalam sisi akademik di Teknik Geodesi Undip tercintah, seperti biasanya sebelum UTS adalah masa-masa sedikit indah bagi kami dan setelah UTS adalah masa-masa di mana kami harus bangkit. Sekarang adalah masa-masa kebangkitan kami, dan tulisan kali ini ditulis kurang lebih satu minggu sebelum UAS. Btw kita sekarang mendapatkan 4 praktikum, alhamdulillah 1 praktikum hampir selesai dan tinggal tahap revisi yaitu praktikum Bahasa Indonesia. Berbeda jika di jurusan lain mata kuliah Bahasa Indonesia hanya dilakukan santai, tetapi di Teknik Geodesi matkul ini yang akan membawa kita untuk mempersiapkan Tugas Akhir. Enaknya untuk Bahasa Indonesia ini tidak ada uas tulis hehe. Tinggal 3 Praktikum lagi yaitu, pertama Sistem Basis data, tugas kita adalah mendata toponimi kelurahan bulusan yang hasil akhirnya akan menjadi peta digital. Kedua adalah fotogrametri, tugas kita adalah membuat kontur dari hasil foto udara dengan membaca paralaks dan praktikum SUMMIT. Terakhir adalah Pemetaan Digita (PEMDIG) di mana kita mengukur di lapangan seperti halnya semester 1 dan 2 di fakultas undip tetapi dengan alat yang berbeda dan hasil yang berbeda pula karena saat ini udah memakai bantuan alat digital.

Dan tambahan untuk minggu ini adalah tugas individu fotogrametri yang berjumlah 30 soal, mungkin pengerjaannya sama seperti essai lkmmpd tetapi ditambah otak yang bekerja keras haha.
Mungkin seperti itu gambaran sekilas untuk semester 3, karena dari tahun kemarin sedikit berbeda dari tahun ini.

Saran untuk kalian para mahasiswa dan saya sendiri, tolong jangan memberatkan tugas kelompok ke orang orang yang rajin dan untuk orang yang rajin tolong bagi tugas ke anggota kelompoknya karena apa esensinya jika tugas kelompok tidak dikerjakan bersama sama.

Untuk kamu maba muslim teknik undip 2016, kita sekarang lagi menyiapkan acara untuk kalian dan siapkan diri kalian untuk acara ini. Semoga kalian bertemu saya :)

Selamat liburaaaaannnn!

Hanya Aku Buihnya

  • 0
@salimafillah

Dulu aku mengira telah wujud benar nubu'at Nabi mulia tentang ummatnya..
Bahwa mereka besar jumlahnya namun hanya buih yang tiada artinya..
Menjadi santapan yang diperrebutkan aneka bangsa dan kuasa di meja perjamuan durjana..
Tapi hari ini aku sadar bahwa aku keliru sealpa-alpanya..
Sebab yang buih rupanya hanya aku saja.. Hari ini melihat mereka berhimpun dalam barisan..
Melantangkan suara hati nuraninya akan cinta pada Rabb dan kalamNya..
Aku melihat mereka adalah gelombang raksasa..
Yang hanya bergulung dan berdebur semata-mata sebab pengisaran angin oleh Penguasa Alam Semesta..
Tak ada makhluq yang dapat membeli insan sebanyak ini dengan harta berapapun juga..
Tak ada makhluq yang dapat menggerakkan hati sebanyak ini dengan sedu syahdu apapun juga..
Tak ada makhluq yang dapat menjaga keteraturan barisan sebanyak ini dengan kuasa aba-aba sedahsyat apapun juga..
Ya benar, mereka gelombang pasang..
Dan hanya aku buihnya..
Buih yang terus berkubang dalam durhaka padaNya..
Tapi izinkan si buih ini berkata..
Pada engkau yang menutup pintu dan menyelinap pergi..
Hanya diperlukan satu kecipak kecil lagi untuk menjadikan lautan ummat ini tsunami mahadaya.. Sebab ada tertulis dalam senarai penshahihan Al Albani yang teliti..
"Seorang pemimpin yang menutup pintunya pada orang-orang yang memiliki hajat padanya, maka Allah pun menutup pintu langit dari segala hajat dirinya." (Jakarta, 4 November 2016)

Nabi ﷺ Pernah Futur?

  • 0
Tema ini sebagai nasihat untuk diri ini yang selalu futur di jalanNya.
Sebelumnya, apa sih itu futur? Kalau belum tau googling dulu aja baru lanjut baca ini wkwk
Futur, kata kata yang tidak asing di telinga dan merupakan salah satu gangguan di kehidupan ini, btw apakah Nabi  pernah mengalami futur? dan bagaimana Nabi mengatasi futur? Cekidot guys!

1. Ya, Nabi Muhammad  pernah futur, namun beliau cepat bangkit dari futurnya.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”
(QS Al Baqoroh :214)
Tingkat futur Rasulullah dan para sahabat sampai pada mempertanyakan datangnya pertolongan Allah yang tidak kunjung datang. Lalu Allah menjawab bahwa pertolongan Allah itu pasti datang, sehingga jawaba Allah tersebut membangkitkan kembali semangat beliau untuk berjuang.

2. Jika futur, Nabi Muhammad ﷺ justru banyak beribadah. Bukan sebaliknya malah meninggalkan ibadah seperti yang dilakukan sebagian kaum muslimin saat ini. Menurut sebagian ulama, jika mengalami cobaan hidup yang melemahkan semangatnya (futur), nabi Muhammad saw justru memperbanyak tilawah Al Qur’an dan sholat sunnah. Bahkan begitu seringnya Nabi Muhammad  sholat, sehingga beliau akan sholat sunnah jika ada kesempatan (dinamakan sholat sunnah Mutlaq). Beliau juga banyak membaca berdo’a jika mengalami cobaan dalam hidupnya. Salah satu doa beliau tercermin dalam surah Al Baqaroh ayat 214 di atas.

3. Nabi Muhammad ﷺ jarang futur karena beliau asyik berda’wah. Orang yang sibuk dan rutin berda’wah juga akan sibuk dan rutin menasehati dirinya sendiri. Nasehat adalah cara untuk menghindari futur. Jika kita jarang futur, maka kita akan lebih produktif dan maju dibandingkan orang yang lebih sering futur dan lemah semangat. Oleh sebab itu, Allah menyebut ciri umat Islam terbaik dengan “banyak menasehati (amar ma’ruf nahi mungkar)”.
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”
(QS Ali Imron :110)
Jadi jika kita ingin terhindar dari futur, aktiflah berdakwah atau hiduplah dalam lingkungan dakwah (lingkungan yang banyak menasehati satu sama lain). Jangan menyendiri dan jangan banyak bergaul dengan lingkungan yang induvidualistis dan hedonis.

Tolong diingat dan dicatat sehingga kita senantiasa bisa menghindari dan menyelesaikan solusi permasalahan futur ini. Semangat berdakwah, selamat beribadah, jalan kita masih panjang!