Menasihati Tanpa Melukai

  • 0
Banyak di antara kita yang sering menasihati tetapi melupakan adab-adabnya sehingga alhasil nasihat itu sulit sekali diterima dan lebih parahnya malah menyakiti hati orang yang kita nasihati. Apa sih adab-adabnya? Yuk kita bahas...

Yang pertama adalah menasihati untuk mengharapkan ridho Allah Ta’ala
Jelas, memberi nasihat semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah, bukan untuk mencari pujian atau sebagainya. Niat ini yang terpenting.

Kedua, Tidak dalam rangka mempermalukan orang yang dinasihati
Maksudnya apa? Maksudnya adalah ketika kita hendak menasihati orang lain, jangan sampai dia merasa dipermalukan dengan nasihat kita dan yang ada malah memperparah keadaan dan nasihat pun malah tidak berbuah.

Ketiga, Menasihati secara rahasia
Ini yang diajarkan oleh para asatidz untuk memberikan nasihat individu dalam keadaan rahasia. Adapula memberi nasihat secara terang-terangan yaitu saat kita hendak menasihati banyak orang seperti halnya ceramah

Keempat, Menasihati dengan lembut, sopan, dan penuh kasih
Memberi nasihat seperti inilah yang harus kita tanamkan, agar hati-hati objek akan terbuka lebar dan menerima semua masukan, karena jika dengan keras dan kasar maka akan mengakibatkan sebaliknya, pintu-pintu hati akan tertutup dari pintu hidayah, pahala akan terbuang begitu saja, dan banyak pula bantuan dari setan untuk merusak persaudaraan.

Kelima, Tidak memaksakan kehendak
Ini poin yang mencerminkan ego kita, merasa semua nasihat kita harus dituruti seakan-akan seperti bos yang menyuruh anak buahnya. Jadi, apa yang harusnya kita lakukan? Peran kita hanya lah seseorang yang menunjukkan jalan

Terakhir, Mencari waktu yang tepat
Tidak setiap saat orang yang hendak dinasihati itu siap untuk menerima petuah. Adakalanya jiwanya sedang gundah, marah, sedih, atau hal lain yang membuatnya menolak nasehat tersebut. Jika seseorang tidak bisa dinasihati dengan baik maka dianjurkan untuk diam dan hal itu lebih baik karena akan lebih menjaga dari perkataan-perkataan yang akan memperburuk keadaan dan juga bisa meminta tolong temannya agar menasihati orang yang dimaksudkan.

Jangan pernah putus asa untuk memohon pertolongan Allah karena pada hakikatnya Allah-lah Yang Maha Membolak-balikkan hati seseorang. Meski sekeras apa pun hati seseorang namun tidak ada yang mustahil jika Allah berkehendak untuk melembutkan hatinya dan menunjukkan kepada jalan-Nya.

“Jika engkau inginkan kebaikan pada saudaramu
Maka ajaklah ia tuk bergandengan
Dan beriringan menuju jalan-Nya
Bertuturlah dengan baik
Berilah senyuman tatkala ia tak peduli
Tunggulah… Bersabarlah… hingga pintu itu terbuka
Jangan kau paksa.. dan jangan pula kau marahi
Sebab nasehat itu akan berubah menjadi pisau yang tajam
Yang hanya membuat goresan di hati
Dan akan membuat lari
Jangan kau paksa.. dan jangan pula kau marahi
Sesungguhnya hidayah itu ada di tangan Sang Rabb
Yang Maha Membolak-balikkan hati”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar