Yang pertama adalah menasihati untuk mengharapkan ridho Allah Ta’ala
Jelas, memberi nasihat semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah, bukan untuk mencari pujian atau sebagainya. Niat ini yang terpenting.
Kedua, Tidak dalam rangka mempermalukan orang yang dinasihati
Maksudnya apa? Maksudnya adalah ketika kita hendak menasihati orang lain, jangan sampai dia merasa dipermalukan dengan nasihat kita dan yang ada malah memperparah keadaan dan nasihat pun malah tidak berbuah.
Ketiga, Menasihati secara rahasia
Ini yang diajarkan oleh para asatidz untuk memberikan nasihat individu dalam keadaan rahasia. Adapula memberi nasihat secara terang-terangan yaitu saat kita hendak menasihati banyak orang seperti halnya ceramah
Keempat, Menasihati dengan lembut, sopan, dan penuh kasih
Memberi nasihat seperti inilah yang harus kita tanamkan, agar hati-hati objek akan terbuka lebar dan menerima semua masukan, karena jika dengan keras dan kasar maka akan mengakibatkan sebaliknya, pintu-pintu hati akan tertutup dari pintu hidayah, pahala akan terbuang begitu saja, dan banyak pula bantuan dari setan untuk merusak persaudaraan.
Kelima, Tidak memaksakan kehendak
Ini poin yang mencerminkan ego kita, merasa semua nasihat kita harus dituruti seakan-akan seperti bos yang menyuruh anak buahnya. Jadi, apa yang harusnya kita lakukan? Peran kita hanya lah seseorang yang menunjukkan jalan
Terakhir, Mencari waktu yang tepat
Tidak setiap saat orang yang hendak dinasihati itu siap untuk menerima petuah. Adakalanya jiwanya sedang gundah, marah, sedih, atau hal lain yang membuatnya menolak nasehat tersebut. Jika seseorang tidak bisa dinasihati dengan baik maka dianjurkan untuk diam dan hal itu lebih baik karena akan lebih menjaga dari perkataan-perkataan yang akan memperburuk keadaan dan juga bisa meminta tolong temannya agar menasihati orang yang dimaksudkan.
Jangan pernah putus asa untuk memohon pertolongan Allah karena pada hakikatnya Allah-lah Yang Maha Membolak-balikkan hati seseorang. Meski sekeras apa pun hati seseorang namun tidak ada yang mustahil jika Allah berkehendak untuk melembutkan hatinya dan menunjukkan kepada jalan-Nya.
“Jika engkau inginkan kebaikan pada saudaramuMaka ajaklah ia tuk bergandenganDan beriringan menuju jalan-NyaBertuturlah dengan baikBerilah senyuman tatkala ia tak peduliTunggulah… Bersabarlah… hingga pintu itu terbukaJangan kau paksa.. dan jangan pula kau marahiSebab nasehat itu akan berubah menjadi pisau yang tajamYang hanya membuat goresan di hatiDan akan membuat lariJangan kau paksa.. dan jangan pula kau marahiSesungguhnya hidayah itu ada di tangan Sang RabbYang Maha Membolak-balikkan hati”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar